RADARSEMARANG.ID - Semarang merupakan kota yang dikenal menjadi awal berkembangnya transportasi kereta api yaitu dengan dibangunnya jalur Samarang-Vorstenlanden.
Jalur ini melayani untuk kereta api kelas berat untuk pengangkutan penumpang dan barang, selain itu Semarang juga dibangun jalur untuk kereta ringan atau Trem.
Saat itu jalur Trem ini dibangun melintasi dalam Kota Semarang diantaranya melewati depan Lawang Sewu.
Menurut catatan sejarahnya, jalur Trem di Kota Semarang dahulu dioperasikan oleh Samarang Joana Stoomtram Maatschappij (SJS).
Perusahaan kereta api swasta Belanda itu juga mengelola jalur KA penumpang dan barang rute Semarang hingga Juwana.
SJS saat itu mendapat konsensi untuk mengelola dua rute Trem di Kota Atlas yaitu yaitu Jurnatan–Jomblang dan Jurnatan–Bulu–Banjir Kanal.
Pada tanggal 1 Desember 1882, jalur pertama SJS, Jurnatan–Jomblang, telah selesai dibangun. Selanjutnya, pada tanggal 12 Maret 1883, jalur Jurnatan–Bulu juga sudah selesai dibangun.
Pada tahun 1897 jalur ini kembali dikembangkan Semarang Cheribon Stoomtram Maatschappij untuk menyambungkan jalurnya ke Banjir Kanal.
Perpanjangan menuju tepi Kanal Banjir Semarang baru selesai dilakukan pada tanggal 4 November 1899, dimaksudkan untuk mengembangkan tepi Kanal Banjir sebagai objek wisata perkotaan.
Jalur inilah yang menjadi lintas Trem istimewa karena melewati depan Gedung Lawang Sewu yang saat itu menjadi kantor pusat NIS.
Penumpang saat itu kenakan tarif 10 sen untuk menggunakan transportasi rel dalam kota ini, untuk mengaksesnya hanya perlu menunggunya di stopplats atau sejenis halte.
Saat itu tujuan diadakannya trem ini adalah untuk mendukung mobilitas masyarakat terutama kaum pedagang yang membutuhkan akses cepat.
Namun jalur ini ditutup pada tahun 1940 oleh SJS dengan alasan tidak sesuai dengan tata ruang Kota Semarang yang semakin ramai dengan mobil pribadi dan kendaraan umum.
Editor : Tasropi