Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Bukan Vihara Biasa, Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti Semarang yang Menjadi Tempat Start Biksu Tudhong Ternyata Punya Nilai Sejarah Tinggi

Muhammad Iqbal Amar • Kamis, 16 Mei 2024 | 23:18 WIB
Tempat ritual Bhiksu Tudhong di Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti, Bukit Kasappa, Banyumanik, Kota Semarang. M. IQBAL AMAR/JAWA POS RADAR SEMARANG
Tempat ritual Bhiksu Tudhong di Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti, Bukit Kasappa, Banyumanik, Kota Semarang. M. IQBAL AMAR/JAWA POS RADAR SEMARANG

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Perjalanan spiritual para Bhiksu Tudhong ke Candi Borobudur dimulai dari Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti yang berlokasi di Bukit Kassapa, Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.

Ternyata tempat tersebut bukan Vihara biasa dan sangat sakral.

Usut punya usut Vihara yang menjadi lokasi start ritual Thudong jelang Hari Waisak 2024 itu merupakan cikal bakal Buddhisme di Indonesia.

Berangkat dari perkembangan agama Buddha di wilayah Kota Semarang, Jawa Tengah setelah masa kemerdekaan Indonesia 1945.

Cikal bakal Vihara di Bukit Kasappa itu cukup terkenal dan menggaung di dunia Internasional khususnya negara-negara Buddhist.

"Tempat ini sebenarnya sudah dikenal di 14 negara. Bahkan kami baru menggali empat tahun lalu," ujar Ketua Sangha Agung Indonesia Bhikkhu Khemacoro Mahathera kepada awak media usai pelepasan perjalanan spiritual Bhiksu Thudong ke Candi Borobudur, Kamis (16/5).

Dijelaskannya, awal mulanya vihara tersebut merupakan tempat penahbisan pertama kali di Indonesia.

Penahbisan itu dihadiri 13 Bhikkhu dari 13 Negara yang masing-masing menjadi pemimpin di negaranya.

Sehingga tak heran jika Vihara di Bukit Kasappa itu merupakan sumber penyebaran ajaran Buddha di Kota Semarang ataupun Jawa Tengah.

"Dengan muatan historis itulah para Bhikkhu termasuk Bhiksu Thudong mengharapkan Indonesia yang selalu ramah tamah dan toleransi tinggi itu tetap dipertahankan," jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu adanya ritual suci Buddha menjadi kebanggaan dan kehormatan tersendiri bagi warga Kota Semarang sebagai Tuan Rumah Event Internasional Bhikkhu Thudong tahun 2024.

"Tahun lalu saya menerima di Vihara Adi Dharma Semarang, saat ini saya menerima dan melepas di Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti Pudakpayung, Banyumanik," ucap Wali Kota yang akrab disapa Mbak Ita.

Ia juga menyadari bahwa Kota Semarang punya sejarah panjang ihwal penyebaran Buddha di Indonesia.

Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti sendiri merupakan titik mula dengan pertimbangan bahwa di vihara inilah untuk pertama kalinya berdiri Sima pada 1959 silam.

Sima merupakan tempat khusus upasampada (pengukuhan) bhikkhu baru. Di Sima inilah untuk pertama kalinya di Tanah Air dilaksanakan upasampada bhikkhu sesudah ratusan tahun rubuhnya Wilwatikta-Majapahit.

"Kita jadi tahu Kota Semarang menjadi jejak agama Buddha dan nantinya bisa dibuat history telling. Kita segera melakukan program-program atau pelaksanaan di sini agar menjadi tempat untuk wisata religi," jelasnya. (mia/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#biksu thudong #Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu #Waisak 2024 #Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti