RADARSEMARANG.ID—Pada masa Kerajaan Mataram Kuno di abad 7-10 masehi, diduga wilayah Kota Semarang termasuk di dalamnya.
Pusat Kerajaan Mataram Kuno diketahui di Jawa Tengah bagian selatan atau wilayah Kedu dan Jawa Timur.
Pada masa tersebut, di wilayah Kota Semarang diduga telah ada permukiman penduduk dan termasuk wilayah penting.
Ini bisa dibuktikan dari temuan sejumlah reruntuhan candi maupun benda purbakala yang diduga berasal pada masa Kerajaan Mataram Kuno.
Contohnya batuan pada sebuah makam tua di tengah pemakaman umum Sukolilo, Kelurahan Pleburan, Kecamatan Semarang Selatan.
Batuan yang ada di makam Mbah Sukolilo ini memang diduga dulunya merupakan bangunan candi di era Mataram Kuno.
Oleh masyarakat setempat, Mbah Sukolilo merupakan salah satu murid Sunan Kalijaga dan penyebar agama Islam di wilayah tersebut.
Dugaan batuan-batuan tersebut merupakan reruntuhan candi diperkuat dengan adanya pecahan arca yang diduga bagian kepala Ganesha ukuran besar dan potongan kaki arca yang lebih kecil.
“Kalau melihat temuan-temuan lingga dan batuan-batuan tersebut, diduga di daerah ini dulunya merupakan sebuah bangunan candi,” tutur Arkeolog Tri Subekso.
Menurut Tri Subekso, lingga merupakan simbol Dewa Siwa dalam kepercayaan Hindu. Biasanya, lingga berpasangan dengan yoni.
Batuan diduga reruntuhan candi di Makam Sukolilo hanyalah satu di antara banyak benda kuno pada era Mataram Kuno yang ditemukan di Kota Semarang.
Setidaknya diketahui adanya reruntuhan candi era Mataram Kuno di wilayah Duduhan Kelurahan Mijen Kecamatan Mijen dan Tempel Kelurahan Jatisari Kecamatan Mijen.
Situs Candi Duduhan bahkan sudah diekskavasi dan diteliti oleh tim dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) pada 2015 dan 2018 lalu.
Berikut ini daftar benda diduga peninggalan era Kerajaan Mataram Kuno di Semarang
1. Reruntuhan Candi Duduhan di Kelurahan Mijen Kecamatan Mijen.
2. Kumpulan batuan diduga reruntuhan candi pada bekas kandang ayam di Kelurahan Jatisari Kecamatan Mijen.
3. Situs Watu Tugu di Kelurahan Tugurejo Kecamatan Tugu.
4. Situs Watu Cangkir di Kelurahan Cangkiran Kecamatan Mijen.
5. Situs Watu Sapi di Kelurahan Penggaron Lor Kecamatan Genuk.
6. Watu lumpang di Kelurahan Tambangan, Bubakan, Jatisari, Wonolopo, Polaman Kecamatan Mijen, Kelurahan Kalisegoro, Kandri Kecamatan Gunungpati, Kelurahan Sendangguwo Kecamatan Tembalang.
7. Yoni di Kelurahan Mijen, Tambangan, Kecamatan Mijen, Kelurahan Pudakpayung, Sumurboto Kecamatan Banyumanik, Kelurahan Sendangmulyo Kecamatan Tembalang, Kelurahan Kandri Kecamatan Gunungpati
8. Lapik arca di Kelurahan Jatibarang Kecamatan Mijen.
9. Petirtan kuno di Kelurahan Cangkiran Kecamatan Mijen, Kelurahan Candi Kecamatan Candisari.
10. Lingga di Kelurahan Jatibarang Kecamatan Mijen.
11. Arca di Taman Lele.
12. Arca Siwa di Jomblang, sekarang tersimpan di Museum Nasional.
13. Nekara di Bergota, sekarang tersimpan di Musem Nasional.
14. Arca Manjusri di Ngemplak Simongan, sekarang tersimpan di Museum nasional.
15. Temuan sejumlah fragmen diduga batuan candi saat pembangunan Gereja Katedral Randusari. (ton)
Editor : Pratono