RADARSEMARANG.ID, Semarang - Rektor baru Universitas Diponegoro (Undip) Prof Suharnomo langsung disodorkan catatan 240 halaman oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip.
Seluruh catatan itu memuat aspirasi mahasiswa dan PR yang harus dituntaskan.
Rektor yang baru menjabat sekitar dua Minggu yang lalu itu langsung menyapa mahasiswa melalui dialog bertajuk 'Duduk Bareng Rektor' pada Rabu (15/5).
Dalam forum itu rektor yang hendak dilantik pada 29 April 2024 mendatang didampingi oleh seluruh jajaran fakultas Undip.
Diskusi yang berlangsung selama tiga jam itu berlangsung secara interaktif.
Prof Suharnomo menyebut, pertemuan terbuka antara pejabat kampus dengan mahasiswa merupakan tradisi yang bagus.
Sebab, disitulah aspirasi bebas disuarakan oleh stakeholder kampus terutama mahasiswa yang merasakan kualitas layanan.
"Ada 240 halaman yang disodorkan kepada saya. Berisi catatan dari mahasiswa, akademik, non akademik, hingga fasilitas," ujarnya kepada awak media usai kegiatan di Auditorium Fakuktas Ilmu Perikanan dan Kelautan Undip.
Baca Juga: Berbeda dengan Unnes, Guru Besar Undip yang Ikut Seruan Moral Tidak Diundang Wantannas RI
Bukannya mengeluh, namun Prof Suharnomo justru mengapresiasi kerja keras mahasiswa dalam merumuskan hal-hal yang menjadi PR kampus.
Beberapa yang menjadi sorotan diantaranya standarisasi fasilitas, laboratorium, ruang kuliah, hingga parkir mahasiswa.
"Poinnya, kita sangat terbuka untuk banyak ide dan insight dari mahasiswa. Tidak perlu takut dengan birokrasi kampus," jelas Prof Suharnomo.
Dalam konteks birokrasi kampus, dirinya ingin membangun iklim transparansi terhadap mahasiswa.
Menurutnya, suara mahasiswa tak boleh dibungkam justru pejabat kampuslah yang harus terbuka untuk banyak hal yang disuarakan mahasiswa.
Baca Juga: Silpa APBD Kendal Capai Rp 103 Miliar, Bupati Dico Klaim Alami Penurunan
"Tenang saja kami sangat friendly dengan mahasiswa. Karena kami dulu juga pernah menjadi aktivis," ucap Prof Suharnomo.
Sementara itu, Ketua BEM Undip Farid Darmawan mengungkapkan, dialog terbuka dengan rektor merupakan tradisi baru yang diharapkan.
Yakni membangun kultur baru di Undip utamanya untuk pimpinan dan pejabat yang lebih transparan.
Meski demikian, yang lebih penting dari itu adalah merealisasikan catatan yang saat ini sudah sampai ke tangan rektor baru.
"Ini momentum bagus bahwasanya Prof Suharnomo menginginkan kemajuan untuk Undip itu sendiri dan tentunya bersifat sistematik dan jangka panjang," pungkasnya. (mia/bas)
Editor : Baskoro Septiadi