RADARSEMARANG.ID--Masyarakat Pertanian Organik Indonesia (Maporina) bersama Pemkot Semarang dan Kelompok Tani Ayem Tenang, Selasa (7/5), melakukan panen padi hasil demfarm budidaya padi organik dan farmer field day di area persawahan di Kelurahan Tambangan, Kecamatan Mijen, Kota Semarang.
Pelaksana Tugas Ketua Pelaksana Harian Maporina Jawa Tengah, Supriyanto melalui Wakil Sekretaris Maporina Jawa Tengah, FX Supardiman menjelaskan, Masyarakat Pertanian Organik Indonesia (Maporina) memiliki konsentrasi pertanian organik.
Karena sekian puluh tahun, pemakaian pupuk pestisida kimiawi dan nonorganik digunakan. Akibatnya, lingkungan dan mikroba menjadi rusak.
Baca Juga: Kita Tani Muda Semarang, Komitmen Pemkot Lahirkan Generasi Bidang Pertanian
Untuk itu, Maporina Jawa Tengah melakukan gerakan demfarm atau demonstrasi farm kepada kelompok Tani Ayem Tenang.
"Dengan luasan 5 hektare, kita bantu pupuk organik, baik itu grandul maupun remah. Per hektare itu 5 ton. Lalu pupuk organik cair atau POC per hektare 7 - 8 liter dan pestisida organik," jelas FX Supardiman.
Maporina, kata Supardiman, mengajak para petani agar tidak tergantung pada pupuk nonorganik atau kimia yang saat ini cukup langka dan mahal.
"Kalau kita bisa mengolah secara alami, kita tidak perlu panik dan khawatir dengan kelangkaan pupuk," kata FX Supardiman.
Untuk itu, para petani diedukasi agar kembali ke alam.
Banyak sekali potensi alam yang bisa menjadi sumber pupuk, seperti halnya kotoran ternak.
Tidak hanya itu, Maporina juga melakukan demfarm di lima kabupaten/kota.
Antara lain, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Blora.
"Kami membentuk kepengurusan di tingkat kota/kabupaten di Jawa Tengah, sehingga tidak ada pencemaran lingkungan," tandas FX Supardiman didampingi Joko Widodo, pendamping Demfarm Kelompok Tani Adem Ayem.
Joko Widodo menambahkan, penggunaan pupuk organik digunakan untuk 5 hektare dengan 14 petani.
"Dari Maporina membantu pupuk organik. Pelaksanaannya cukup bagus, produktif di atas rata-rata, mudah-mudahan ke depan masih bisa dilanjutkan," ucap Joko Widodo.
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengapresiasi kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh Maporina Jateng kepada Kelompok Tani Adem Ayem, Kelurahan Tambangan, Kecamatan Mijen, Semarang.
"Mereka mendampingi para petani untuk budidaya padi yang organik, tentunya bisa menambah ketahanan pangan di Kota Semarang," katanya.(fgr/isk)
Editor : Tasropi