Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Seri Sejarah Semarang ! Di Makam Kota Semarang Ini, Ternyata Ada Peninggalan Era Kerajaan Mataram Kuno

Pratono • Selasa, 7 Mei 2024 | 19:31 WIB
PENINGGALAN MASA KLASIK : Lingga yang terdapat di Makam Sukolilo, Kelurahan Pleburan, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang (Pratono/Jawa Pos Radar Semarang)
PENINGGALAN MASA KLASIK : Lingga yang terdapat di Makam Sukolilo, Kelurahan Pleburan, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang (Pratono/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID—Tak banyak yang tahu, Kota Semarang menyimpan kekayaan peninggalan cagar budaya masa klasik.

Berdasarkan catatan sejarah, Kerajaan Mataram Kuno berjaya sekitar abad 7 hingga 10 masehi.

Pusat pemerintahannya diketahui di Jawa Tengah bagian selatan atau wilayah Kedu dan Jawa Timur.

Tak banyak yang tahu, di Kota Semarang ternyata terdapat sejumlah peninggalan yang diduga berasal dari era Mataram Kuno.

Sebuah makam tua berada di tengah pemakaman umum Sukolilo, Kelurahan Pleburan, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang.

Bila diperhatikan, ada yang tak biasa pada nisan yang dikenal warga sebagai makam Mbah Sukolilo.

Dari bentuknya, terlihat jelas bila nisan tersebut adalah lingga. Ada sekitar 7 lingga patok yang berdiri di tengah makam.

Sementara di sekitar makam, terdapat berbagai macam batuan kotak mirip dengan batuan yang biasa digunakan sebagai menyusun bangunan candi.

Bahkan bila diperhatikan dengan seksama, beberapa batuan terlihat memiliki guratan atau ukiran yang menunjukkan bila itu merupakan batuan candi.

Batuan yang ada di makam Mbah Sukolilo ini memang diduga dulunya merupakan bangunan candi di era Mataram Kuno.

Oleh masyarakat setempat, Mbah Sukolilo merupakan salah satu murid Sunan Kalijaga dan penyebar agama Islam di wilayah tersebut.

Dugaan batuan-batuan tersebut merupakan reruntuhan candi diperkuat dengan adanya pecahan arca yang diduga bagian kepala Ganesha ukuran besar dan potongan kaki arca yang lebih kecil.

“Kalau melihat temuan-temuan lingga dan batuan-batuan tersebut, diduga di daerah ini dulunya merupakan sebuah bangunan candi,” tutur Arkeolog dari Semarang Tri Subekso.

Menurut Tri, lingga merupakan simbol Dewa Siwa dalam kepercayaan Hindu. Biasanya, lingga berpasangan dengan yoni.

Batuan diduga reruntuhan candi di Makam Sukolilo hanyalah satu di antara banyak benda kuno pada era Mataram Kuno yang ditemukan di Kota Semarang.

Setidaknya diketahui adanya reruntuhan candi era Mataram Kuno di wilayah Duduhan Kelurahan Mijen Kecamatan Mijen dan Tempel Kelurahan Jatisari Kecamatan Mijen.

Pada tahun 2015 dan 2018, Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) dan Lembaga Penelitian Perancis untuk Kajian Timur Jauh atau Ecole Francaise d'Extreme-Orient (EFEO) melakukan ekskavasi situs Candi Duduhan.

Struktur kompleks candi yang terdiri dari 1 candi utama dan 3 candi perwara menunjukkan Candi Duduhan dibangun pada masa yang sama dengan Candi Prambanan, pada abad 9 masehi.

Ketua Tim Ekskavasi Candi Duduhan Agustijanto Indradjaja menyatakan, Candi Duduhan menjadi tambahan data penting tentang hipotesa penyebaran agama dan kebudayaan Hindu yang masuk ke Jawa Tengah melalui pantai utara Jawa.

“Bangunan candi utama di Duduhan ini lebih besar dari candi-candi di (kompleks) Gedongsongo,” tutur arkeolog dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) ini.

Candi utama di Duduhan berukuran 9,3 x 9,3 meter. Sementara candi utama di Candi Gedongsongo berukuran kurang dari 7 meter.

Berdasarkan buku “Hasil Pemugaran dan Temuan Benda Cagar Budaya PJP I” yang diterbitkan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1996, candi terbesar di Gedongsongo adalah Candi Gedong I dengan ukuran 6,64 x 6,58 meter.

Sementara 3 candi perwara dekat candi utama di Duduhan memiliki ukuran 5,4 x 5,4 meter.

 

Editor : Pratono
#Kelurahan Pleburan #tri subekso #Kecamatan Semarang Selatan #kerajaan mataram kuno #Candi Gedongsongo #Kecamatan Mijen #candi duduhan #KOTA SEMARANG