RADARSEMARANG.COM, Semarang - Pj Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Nana Sudjana mengatakan, keberadaan pendidikan keagamaan memegang peran penting dalam dalam menyiapkan generasi tangguh yang diharapkan dapat mewujudkan visi Indonesia Emas pada tahun 2045 mendatang.
Nana Sudjana mengatakan agar visi Indonesia Emas 2045 dapat benar-benar terwujud maka mulai sekarang sumberdaya manusia (SDM) harus disiapkan dengan sungguh-sungguh.
"Ada dua fenomena yang perlu diwacanakan agar semuanya tergerak untuk menyongsong dan bersiap mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 itu," kata Nana Sudjana saat menyampaikan sambutan dalam upacara pembukaan halaqah ulama di Hotel Pandanaran Semarang, Jum'at (3/5/2025).
Halaqah ulama yang mengusung tema Peran Pendidikan Keagamaan Dalam Menyiapkan Generasi Tangguh Indonesia Emas 2045 diselenggarakan Majlis Ulama Indonesia (MUI) Jateng bekerja sama dengan Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Jum'at - Sabtu (3-4/2024).
Menurutnya, dua fenomena itu meliputi proyeksi Indonesia menjadi salah satu negara dari lima negara di dunia yang memiliki kekuatan ekonomi besar dan bonus demografi berupa kondisi jumlah penduduk usia produktif lebih besar dari jumlah penduduk yang tidak produktif.
Dua fenomena itu, lanjutnya, harus disikapi bersama oleh seluruh masyarakat, karena sangat tidak mungkin dapat berhasil mewujudkan visi Indonesia Emas jika pemerintah menghadapi sendirian. Masyarakat dan pemerintah harus bersatu padu mewujudkan SDM yang berkualitas.
SDM berkualitas dan tangguh tidak hanya terbatas pada penguasaan ilmu dan teknologi saja, tetapi juga harus didukung dengan akhlak mulia dan spiritual yang kuat. Disinilah ulama hadir untuk berkontribusi mengantarkan lahirnya generasi tangguh.
Generasi Tangguh
Ketua Umum MUI Jateng, KH Ahmad Darodji dalam sambutanya mengatakan melalui kegiatan halaqah ini, MUI Jateng berupaya berkontribusi menyiapkan lahirnya generasi tangguh yang mencakup tiga aspek yakni akhlak, ekonomi, dan ilmu pengetahuan.
"Gerakan reformasi di Indonesia sudah berjalan 20 tahun lebih, tapi tidak ada perubahan yang berarti, sehingga hal ini perlu disikapi, terutama dalam rangka menyambut generasi emas 2045 yang waktunya tinggal 20 tahun lagi," katanya.
Menurutnya, jangan sampai pada 2045 nanti kita tidak memiliki kesiapan apa-apa. Karena itu generasi penerus harus disiapkan terutama dari sisi akhlak, ekonomi dan pengetahuannya.
Kasubdit Pendidikan Madrasah Takmiliyah Direktorat PD Pontren Ditjen Pendis Kemenag , Siti Sa’diyah saat menyampaikan pidato kunci dalam halaqah ini mengatakan ulama bersama masyarakat sejatinya sudah berperan dalam turut serta membangun generasi tangguh melalui pembangunan karakter dan akhlaq pada lembaga-lembaga pendidikan yang ada di masyarakat.
"Para kiai dan masyarakat yang mengelola majelis-majelis taklim, madrasah-madrasah diniyah dan pesantren telah berkontribusi nyata dalam membekali generasi yang berakhlak," katanya.
Begitu pentingnya akhlak, maka diharapkan peran ulama dalam mengelola pendidikan keagamaan di masyarakat jangan sampai mengendor, pemerintah melalui program Kemenag akan terus mendukung peran-peran itu.
Nara sumber lain yang menyampaikan materi dalam halaqah ini adalah Ketua MUI Pusat (bidang fatwa) Prof Dr KH Asrorun Niam, MA akan membahas tentang Tantangan dan Solusi Dalam Penyiapan Generasi Emas Indonesia 2015,
Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Walisongo Semarang, Prof Dr KH Fatah Syukur, M.Ag, Ketua Baznas RI, dan Prof Dr KH Noor Achmad (Menyiapkan Generasi Ulama yang Berkualitas), dan Ketua Badan Optimalisasi Aset dan Bisnis Unnes Dr Moh Solehatul.Mustofa, MA (Digital Mindset : Generasi Tangguh Indonesia Emas Tahun 2045 di Era Disrupsi Teknologi ). (ida)
Editor : Ida Nor Layla