Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Seri Sejarah Semarang ! Yoni jadi Petunjuk bahwa Candi Duduhan di Kecamatan Mijen merupakan Tempat Pemujaan Dewa Siwa. Apa Itu Yoni?

Pratono • Sabtu, 4 Mei 2024 | 17:00 WIB
CANDI KUNO : Ekskavasi di reruntuhan Candi Duduhan yang dilakukan pada 2018. (Pratono/Jawa Pos Radar Semarang)
CANDI KUNO : Ekskavasi di reruntuhan Candi Duduhan yang dilakukan pada 2018. (Pratono/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID—Salah satu temuan arkeologis yang menarik di situs Candi Duduhan adalah keberadaan yoni yang terpendam di sumuran.

Ukuran yoni dalam sumuran candi yang berada di wilayah Kelurahan Mijen, Kecamatan Mijen, Kota Semarang ini tergolong besar.

Ukuran yoni Candi Duduhan mencapai 1 meter x 1 meter. Yoni terbesar kedua di Kota Semarang setelah yoni di Cangkiran.

Ketua Tim Ekskavasi Candi Duduhan Agustijanto Indradjaja mengatakan, ukuran yoni di Candi Duduhan ini mirip dengan yoni di Cangkiran Mijen.

Yoni Cangkiran memiliki ukuran 105 x 105 cm dan tinggi 110 cm.

"Ukuran yoni yang besar biasanya juga berada di candi yang berukuran besar. Apalagi ukuran sumurannya juga besar mencapai 2,5 meter," jelas arkeolog dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) ini.

Biasanya, posisi yoni berada di atas sumuran, bukan di dalam sumuran seperti di Candi Duduhan.

Agustijanto menduga, bagian sumuran ini pernah dibongkar orang.

Hal tersebut terlihat dari dinding sumuran bagian utara yang sudah rusak. Bisa jadi pembongkar sebelum ini "memburu" peripih yang biasa diletakkan di dalam sumuran.

 "Mungkin setelah dapat yang diinginkan, terus ditimbun lagi. Termasuk yoni dimasukkan ke dalam sumuran," jelas Agustijanto.

Lalu, apa itu yoni?

Berdasarkan sejumlah literasi, yoni adalah tinggalan arkeologis masa klasik dengan latar belakang agama Hindu.

Biasanya yoni batu yang dipahat menyerupai meja dengan lubang di tengah pada sisi atas serta memiliki cerat.

Yoni yang umumnya ditemukan di Indonesia memiliki bermacam macam bentuk antara lain berbentuk persegi maupun persegi panjang.

Jumlah lubang pada yoni pun beragam, bahkan ada yang lebih dari 1 lubang.

YONI TERPENDAM : Keberadaan yoni yang ditemukan pada sumuran Candi Duduhan saat ekskavasi 2020. (Pratono/Jawa Pos Radar Semarang)
YONI TERPENDAM : Keberadaan yoni yang ditemukan pada sumuran Candi Duduhan saat ekskavasi 2020. (Pratono/Jawa Pos Radar Semarang)

Yoni melambangkan feminisme yang memiliki peran terhadap asal mula penciptaan jika bersatu dengan lingga yang melambangkan maskulin.

Jika lingga merupakan manifestasi dari Dewa Siwa, maka yoni merupakan manifestasi dari sakti Dewa Siwa atau yang dikenal dengan Dewi Parwati.

Yoni dapat berdiri sendiri tanpa disertai lingga karena yoni dikenal sebagai lambang kesuburan.

Selain berada di dalam candi, yoni juga dapat ditempatkan di daerah pertanian dengan harapan lokasi tersebut dapat subur.

Arkeolog asal Semarang Tri Subekso menjelaskan, keberadaan yoni ini bisa menjadi tanda tentang fungsi Candi Duduhan di masa lalu.

Candi Duduhan di masa lalu diperkirakan sebagai tempat pemujaan Dewa Siwa.

Apalagi di lokasi tersebut juga pernah ditemukan arca sapi atau yang dikenal sebagai Nandi.

Nandi ini merupakan sapi tunggangan Dewa Siwa.

Sayangnya, arca Nandi yang sudah tidak utuh tersebut, saat ini telah hilang dicuri orang pada 2020 lalu. (ton)

 

 

 

Editor : Pratono
#tri subekso #yoni #dewa siwa #arkeologi #Agustijanto Indradjaja #Kecamatan Mijen #candi duduhan