Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Dibangun Megah, Jembatan Penyeberangan Orang di Semarang Tetap Tak Terpakai

Muhammad Iqbal Amar • Senin, 29 April 2024 | 16:58 WIB

 

Beberapa orang mengabaikan JPO dan menyeberang dengan cara memotong lajur kendaraan di Jalan Pandanaran. M IQBAL AMAR/JAWA POS RADAR SEMARANG
Beberapa orang mengabaikan JPO dan menyeberang dengan cara memotong lajur kendaraan di Jalan Pandanaran. M IQBAL AMAR/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Banyak masyarakat Kota Semarang enggan untuk memanfaatkan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).

Mereka lebih memilih dan nyaman memotong jalan raya meski mengandung risiko. Padahal,

JPO merupakan fasilitas umum perkotaan yang dirancang khusus bagi pejalan kaki untuk memberikan ruang penyeberangan bagi pejalan kaki.

Salah satunya terlihat di JPO Jalan Pandanaran, Kota Semarang. Jembatan penyeberangan ini kurang diminati masyarakat.

Untuk menyeberang dari selatan ke Utara (Kantor Indosat ke Masjid Baiturrahman) atau sebaliknya masyarakat lebih menyukai memotong jalan.

Anak sekolah, pekerja swasta, dan orang-orang yang melintas atau singgah ke masjid tidak menggunakan JPO. Mereka menyebrang jalanan meskipun dalam kondisi lalu lintas padat.

Bahkan, batas lajur jalan raya berupa pot bunga yang memanjang sebagian dihilangkan atau dibuka untuk akses penyeberangan.

Salah satu penyeberang dengan memotong jalan raya Fajar Aditya mengaku lebih efektif dan cepat tanpa melalui JPO.

Meski disadari, cara menyeberang seperti itu cukup berisiko. Namun, hal tersebut sudah lazim bahkan ketika akan atau seusai salat Jumat.

"Karena lebih cepat memotong jalan daripada lewat JPO harus naik turun tangga pula," akunya.

Seorang karyawan Indosat Amir Fadilah menjadi salah satu yang memilih JPO untuk menyeberang.

Baginya, memanfaatkan JPO adalah bentuk menghargai pemerintah dalam memfasilitasi warganya. Selain itu juga memberikan kemudahan dalam penyeberangan jalan. 

"Ya saya lebih nyaman menggunakan JPO karena bisa santai dan safety juga sih," ujarnya.

Ia mengakui banyak orang yang memotong jalan raya karena tergesa-gesa dan ingin cepat melintas sampai ke seberang jalan. Selain itu, malas harus naik turun tangga penyeberangan. 

"Saya pun kalau sedang tergesa-gesa kadang memilih memotong jalan," tambahnya. (mia/fth)

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#Bangun Jembatan Penyeberangan #JPO Semarang Tidak Dimanfaatkan #Jembatan Penyeberangan Mangkrak #JPO Semarang Mangkrak #Jembatan Penyeberangan Semarang #jembatan penyeberangan #Jembatan Penyeberangan Orang #JPO Semarang