Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Melihat Keberadaan Jembatan Penyeberangan Orang di Kota Semarang, Sebagian JPO Mangkrak, Dinilai Kurang Ramah Pejalan Kaki

Ida Fadilah • Minggu, 28 April 2024 | 15:25 WIB
JPO di Kota Semarang jarangan digunakan warga karena nilai kurang humanis dan lebih harus bersabar karena menguras waktu dan tenaga. NUR CHAMIM/JAWAPOS RADAR SEMARANG
JPO di Kota Semarang jarangan digunakan warga karena nilai kurang humanis dan lebih harus bersabar karena menguras waktu dan tenaga. NUR CHAMIM/JAWAPOS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Di Kota Semarang, setidaknya ada 25 Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).

Meski dibangun bagus, tetapi tidak banyak warga yang memanfaatkanya. Sebagian rusak, banyak tidak layak, dan kurang ramah pejalan kaki.

JPO dibangun sebagai fasilitas umum. Tujuannya mempermudah dan sebagai akses keselamatan lalu lintas bagi masyarakat utamanya penyeberang jalan. Namun, masih belum banyak yang memanfaatkan JPO.

Baca Juga: Ogah Lelah lewat Jembatan Penyeberangan Orang, Warga Semarang Lebih Memilih Menerobos Jalan Daripada Manfaatkan JPO

Baca Juga: Jembatan Penyeberangan Orang di Semarang Banyak yang Rusak, Dishub Kesulitan Cari Pemilik JPO

Salah satunya pemandangan di Jalan Ahmad Yani Semarang, persisnya keberadaan JPO di samping Mall Matahari.

Sejumlah orang nekat menyeberang jalan keluar masuk Mall tanpa menggunakan JPO. Penyeberang jalan menerobos pembatas yang berada di median tengah jalan.

Keberadaan jembatan penyeberangan orang dinilai belum efektif. Koalisi Jalan Kaki Semarang, Theresia Tarigan menyatakan JPO di ibukota provinsi Jawa Tengah ini belum humanis.

"Masih banyak yang belum humanis, terlalu tinggi. Sehingga sangat tidak nyaman atau tidak mudah untuk sampai ke atas dan turun," ujarnya.

Di sisi lain, di atas jembatan yang sepi atau jarang dilewati beralih menjadi tempat rawan terjadi tindak kriminal atau perlakuan buruk dari orang lain.

Tak jarang ditemui pemabuk sehingga dinilai mengganggu kenyamanan maupun keamanan. Diperparah lagi, kondisi JPO yang tertutup iklan menjadi tempat yang tidak aman.

"Bisa saja ada yang menyalahgunakan misalnya untuk bersembunyi atau tidur. Sehingga ini membuat pejalan kaki yang melintas takut," ujarnya.

Menurut Theresia, penempatan lokasi JPO selama ini belum tepat. Justru tempat yang tepat untuk dipasang JPO malah tidak ada.

Artinya di Kota Semarang sebagai kota metropolitan adanya JPO belum efektif, belum inklusi, belum ramah bagi sahabat disabilitas.

"Blind track belum banyak dan banyak yang rusak. Beda di Kota Surabaya banyak lift untuk JPO," tegasnya.

Di sisi lain, akses pejalan kaki di sekitar JPO pun tak maksimal. Misalnya adanya pedestrian traffic light yang merupakan layanan untuk pejalan kaki bisa memencet tombol agar lampu merah supaya bisa menyeberang masih kurang.

"Di Kota Semarang baru ada dua lokasi, di Jalan Pemuda dan Jalan Imam Bonjol. Padahal, masih perlu dipasang di banyak tempat," tambahnya. (ifa/fth)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#kota metropolitan #JPO Semarang Tidak Dimanfaatkan #Jembatan Penyeberangan Mangkrak #JPO Semarang Mangkrak #Jembatan Penyeberangan Semarang #jembatan penyeberangan #Jembatan Penyeberangan Orang #JPO Semarang