Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Seri Sejarah Semarang ! Misteri Yoni Ukuran Besar di Sumuran Candi Duduhan, Mijen, Kota Semarang

Pratono • Kamis, 25 April 2024 | 13:00 WIB
YONI BESAR : Penggalian yoni yang ditemukan tim peneliti pada sumuran Candi Duduhan pada November 2018.
YONI BESAR : Penggalian yoni yang ditemukan tim peneliti pada sumuran Candi Duduhan pada November 2018.

RADAR SEMARANG.ID—Reruntuhan Candi Duduhan di Dusun Duduhan, Kelurahan Mijen, Kecamatan Mijen, Kota Semarang diperkirakan lebih besar dari Candi Gedongsongo, Sumowono, Kabupaten Semarang.

Tim peneliti saat melakukan ekskavasi pada November 2018 menemukan sebuah yoni berukuran besar yang terkubur di sumuran candi.

Masih jadi misteri mengapa yoni berukuran lebih dari 1 meter berada di dalam sumuran dalam posisi terguling dan tertimbun tanah.

Tim dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) bersama Lembaga Penelitian Perancis untuk Kajian Timur Jauh atau Ecole Francaise d'Extreme-Orient (EFEO) sudah tiga kali melakukan ekskavasi di Candi Duduhan.

Ekskavasi pertama berlangsung pada 2015, dilanjutkan Agustus 2018 dan November 2018.

Susunan batu bata tertata rapi di lokasi yang digali tim peneliti pada November 2018. Di bagian itu, ditemukan sumuran berukuran 2,5 meter x 2,5 meter.

Temuan ini cukup mengejutkan. Sebab, untuk ukuran candi, sumuran Candi Duduhan ini termasuk besar.

Ketua Tim Ekskavasi Agustijanto Indradjaja menjelaskan, pada ekskavasi tahap kedua Agustus 2018, tim telah menemukan struktur candi utama yang berukuran 9,3 x 9,3 meter dan 3 candi perwara berukuran 5,4 x 5,4 meter.

Selain itu, juga ditemukan struktur sumuran dan tangga masuk candi utama.

Pada ekskavasi tahap ketiga November 2018, ada sejumlah temuan baru yang menarik perhatian tim arkeolog.

Yang utama adalah ukuran mulut sumuran di candi utama yang mencapai 2,5 meter x 2,5 meter. Sebuah ukuran yang besar. “Biasanya sumuran candi akan mengikuti ukuran candi,” jelas Agustijanto.

Kebanyakan candi yang telah ditemukan, jelas Agustijanto, memiliki ukuran sumuran sekitar 1 meter x 1 meter.

Satu-satunya candi yang ukuran sumuran mencapai 2,5 meter x 2,5 meter adalah Candi Prambanan di Klaten. “Kalau di Prambanan, kedalaman sumuran sampai 11 meter,” ujar Agustijanto.

Bagian dasar sumuran Candi Duduhan sudah ditemukan dengan kedalaman sekitar 2 meter.

Sumuran merupakan bagian penting dari sebuah candi. Bisa dikatakan, sumuran adalah roh dari candi tersebut.

Sebab, di dalam sumuran biasanya tersimpan berbagai perkakas pemujaan atau mantra-mantra yang biasa disebut peripih.

Peripih ini biasanya disimpan dalam kotak peripih dari batu atau tembikar.

Agustijanto menjelaskan, bila ukuran sumuran sebesar itu, bisa jadi ukuran Candi Duduhan lebih besar dari perkiraan semula. “Tapi perlu penelitian dan penggalian lebih lanjut,” ungkapnya.

Saat menggali bagian sumuran situs Candi Duduhani, ditemukan adanya yoni yang terkubur di bagian dalam sumuran.

Yang menarik, ukuran yoni ini tergolong besar. Agustijanto mengatakan, ukuran yoni di Candi Duduhan ini mirip dengan yoni di Cangkiran, Mijen.

Yoni Cangkiran memiliki ukuran 105 x 105 cm dan tinggi 110 cm.

"Ukuran yoni yang besar biasanya juga berada di candi yang berukuran besar. Apalagi ukuran sumurannya juga besar mencapai 2,5 meter," jelas arkeolog dari Puslit Arkenas ini.

Biasanya, posisi yoni berada di atas sumuran. Agustijanto menduga, bagian sumuran Candi Duduhan ini pernah dibongkar orang.

Hal tersebut terlihat dari dinding sumuran bagian utara yang sudah rusak.

Bisa jadi pembongkar sebelum ini "memburu" peripih yang biasa diletakkan di dalam sumuran.

"Mungkin setelah dapat yang diinginkan, terus ditimbun lagi. Termasuk yoni dimasukkan ke dalam sumuran," jelas Agustijanto. (ton)

 

Editor : Pratono
#Candi Gedongsongo #arkeologi #Candi Prambanan #Agustijanto Indradjaja #Kecamatan Mijen #candi duduhan #KOTA SEMARANG