Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

DPRD Kota Semarang Sesalkan Kondisi Memprihatinkan Gedung Ki Narto Sabdo TBRS, Mendesak Direnovasi

Adennyar Wicaksono • Selasa, 23 April 2024 | 02:51 WIB
Komisi DPRD Kota Semarang, ketika meninjau kondisi Gedung Ki Narto Sabdo lama.
Komisi DPRD Kota Semarang, ketika meninjau kondisi Gedung Ki Narto Sabdo lama.

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Komisi D DPRD Kota Semarang, menyesalkan kondisi gedung lama Ki Narto Sabdo yang ada di kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) yang dinilai memprihatinkan.

Dari sidak yang dilakukan para wakil rakyat ini, ditemukan beberapa kerusakan seperti di plafond an atap gedung.

“Kalau dilihat cukup meprihatinkan, saya harap Pemkot bisa melakukan renovasi,” kata Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo, Senin (22/4).

Politikus Partai Golkar ini menjelaskan, jika renovasi bisa masuk anggaran perawatan jika belum dapat melakukan perbaikan secara keseluruhan.

“Tahun ini harapannya ada renovasi. Masuk anggaran maintenance, perawatan,” tambah Anang,

Anang menyebut, perlu ada penambahan fasilitas, antara lain kipas angin.

Setelah adanya gedung baru Ki Narto Sabdo, gedung lama tetap butuh perhatian karena bisa dijadikan ruang berkegiatan seniman.

“Seniman bisa memakai gedung lama ini dengan keringanan, karena sewa di gedung baru cukup mahal,” bebernya.

Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Swasti Aswagati menambahkan, perbaikan sangat urgen lantaran kondisi atap bocor sehingga merusak plafon.

Asti sapaannya menilai temuan tersebut sangat membahayakan jika digunakan untuk berkegiatan.

“Paling urgen atap bocor ada satu meter.  Ditutup terpal, atasnya basah, sehingga plafon rusak,” tambahnya.

Asti mendorong bangunan lama segera direnovasi. Menurut dia, jika terdapat kekurangan anggaran, Komisi D DPRD Kota Semarang siap mendukung tambahan dana renovasi Gedung Ki Narto Sabdo yang lama.

“Kita siap mendukung dengan alokasi anggaran jika ada kekurangan,” pungkasnya.

Sementara, Kabid Kebudayaan Disbudpar Kota Semarang, Sarosa mengatakan, renovasi gedung lama akan segera dilakukan dalam waktu dekat.

Pemkot Semarang telah menganggarkan renovasi pada Distaru Kota Semarang.

Renovasi memang sangat diperlukan mengingat gedung itu digunakan untuk pertunjukan wayang orang Ngesti Pandowo.

“Saat ini wayang orang Ngesti Pandowo aset warisan budaya tak benda diakui tingkat nasional, memang perlu dilakukan renovasi. Rencananya tahun ini akan dibangun,” bebernya.

Renovasi ini, lanjut Sarosa, juga sebagai apresiasi bagi para seniman. Gedung lama ini nantinya bisa digunakan untuk berkegiatan para seniman.

“Gedung baru kan ditarget PAD. Namun harus ada ruang untuk para seniman,” pungkasnya. (den)

Editor : Baskoro Septiadi
#tbrs semarang #Ki Narto Sabdo #DPRD Kota Semarang #Anang Budi Utomo #Komisi D #SENIMAN #Swasti Aswagati