RADARSEMARANG.ID, SEMARANG —Seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Semarang hari ini mulai kembali masuk kerja.
Semua wajib bekerja dari kantor (WFO). Tak ada yang bekerja dari rumah (WFH).
Meskipun sebenarnya, sesuai surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), ASN masih diperbolehkan WFH sampai Rabu (17/4).
Instansi nonpelayanan publik, asalkan mendapatkan dukungan pimpinan, bisa menerapkan WFH maksimal 50 persen.
Seperti kesekretariatan, keprotokolan, perumusan kebijakan, penelitian, analisis, dan lainnya.
Sedangkan instansi pelayanan publik diwajibkan untuk WFO, Selasa (16/4). Terutama bidang kesehatan, transportasi, pendidikan dan sebagainya.
Tapi, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengambil kebijakan seluruh ASN 100 persen melaksanakan WFO.
"Memang sesuai edaran Menpan RB, ASN bisa WFH. Tapi kami sudah komunikasi dengan BKPP (Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan), hasilnya dirasa nggak perlu WFH," jelas orang nomor satu di Kota Semarang itu.
Terlebih untuk ASN di instansi pelayanan publik, sudah melakukan piket ketika Lebaran. Mereka bekerja secara bergantian.
“Terutama pemerintah tingkat kecamatan dan kelurahan sudah ada piket-piketnya," jelas wali kota yang akrab disapa Mbak Ita itu.
Rencananya, hari ini akan dilaksanakan apel dan salam-salaman. Pihaknya akan melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke berbagai instansi di bawah Pemkot Semarang. Bagi pegawai yang tidak masuk atau terlambat akan dikenakan sanksi.
Sementara Sekda Jateng, Sumarno, mengatakan, ASN di lingkungan Pemprov Jateng akan kembali normal Selasa (16/4) alias wajib WFO. Kendati demikian pihaknya mengaku ada sebagian pegawai yang mengajukan cuti tambahan.
“Kebanyakan mereka adalah ASN yang mudik ke luar Pulau Jawa,” tegasnya. (kap/bud)
Editor : Tasropi