RADARSEMARANG.ID, Semarang - Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Perempuan Semarang memiliki cara unik menikmati momen lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah.
Layaknya di rumah, mereka menggelar open blok alias open house untuk menerima tamu.
Salah satunya di blok 6A tempat warga binaan kasus tindak pidana korupsi.
Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Semarang, usai melaksanakan salat Idul Fitri, dan pembacaan remisi, warga binaan bergegas saling bersilaturahmi dan meminta maaf.
Pertama dengan sesama teman kamar hunian dan petugas Lapas, kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi blok-blok lain.
Uniknya, tak sekedar bersalaman, mereka pun juga menyediakan beragam aneka makanan seperti kue kering, snack, dan minuman yang ditata rapi di meja.
Bahkan, sepulang dari silaturahmi, tamu juga mendapatkan oleh-oleh berupa mi instan dan minuman botol.
Dalam memberikan sajian, tidak secara iuran melainkan sebelas penghuni kamar ini membeli kue sendiri-sendiri dan dikumpulkan menjadi satu untuk suguhan.
Sunarti salah seorang penghuni blok 6A mengatakan, tradisi ini sudah berjalan bertahun-tahun. Selama tinggal di Lapas Wanita Bulu tiga tahun, ia dan teman-temannya selalu open blok.
Menurutnya, dengan membuka pintu silaturahmi bisa menjadi solusi mengobati rasa rindu suasana lebaran di kampung halaman.
Ia menilai, bisa saling bersilaturahmi dengan sesama warga binaan menjadi kebahagiaan tersendiri.
"Ya kami yang di penjara juga ingin merasakan lebaran, menjaga silaturahmi sesama warga binaan. Makanya buat open house seperti ini untuk mengobati rasa rindu lebaran di rumah," tuturnya.
Pihaknya tidak membatasi warga binaan kasus apa saja yang datang. Semua diterima, baik pidana umum, narkoba hingga kasus teroris.
Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Semarang Kristiana Hambawani mengatakan, pihaknya memberikan kesempatan pada warga binaan dalam merayakan Idul Fitri. Termasuk menggelar tradisi open house.
"Untuk open house itu ala-ala mereka sendiri. Kami bebaskan, senang-senang saja selagi tidak melanggar aturan tidak masalah," ujarnya.
Kendati demikian, dalam kegiatan ini tetap dalam pengawasan penjaga regu untuk menjaga keamanan. (ifa/bas)
Editor : Baskoro Septiadi