RADARSEMARANG.ID, Semarang - Warga memadati Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) untuk melaksanakan sholat Idul Fitri, Rabu (10/4/2024) pagi.
Imam sholat, yakni KH Zaenuri Ahmad dan Khotib, Prof Dr KH Noor Achmad. Noor Achmad menyampaikan, tema ceramah yang disampaikan "Idul Fitri Adalah Kembalinya Harmoni".
Menurut Noor Achmad, pada inti tema adalah harmoni untuk pribadi, kekuatan iman yang kuat. Harmoni sosial, hubungan antara satu dengan yang lain harus kuat dan harmoni dalam penciptaan.
"Oleh karena itu kita harus memperkuat hubungan kita dengan alam, hubungan dengan semua ciptaan Allah SWT juga harus menjadi harmoni," ungkapnya, usai sholat idul fitri kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (10/4/2024).
Lanjut Noor Achmad menyampaikan, maksud dari harmoni itu juga berkaitan dengan apa yang diberikan Allah untuk direnungkan, dipikirkan dan untuk dikembalikan kepada Allah.
"Tidak untuk dirusak dan tidak untuk dimanfaatkan oleh diri sendiri tetapi untuk kehidupan saat kembali pada Tuhan," imbuhnya.
Namun ada yang unik kali pada sholat Idul Fitri tahun ini. Sejumlah pemuka lintas agama, mendatangi masjid termegah di Jawa Tengah ini.
Mereka menyalami para jemaah, dan mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri.
Para pemuka agama Katolik, Kristen, Hindu, Konghucu, Budha, dan penganut kepercayaan, sekitar pukul 07.30.
Rombongan pemuka agama dipimpin Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko Pr dan diterima langsung oleh Ketua Umum MAJT Noor Ahmad.
Setelah itu, rombongan ini didampingi diantar menyalami para jamaah yang masih berada di tempat sholat di masjid MAJT. Surprise ini, membuat sejumlah jamaah mengajak swafoto.
Mgr Robertus Rubiyatmoko mengatakan kunjungan ini dalam rangka bersukacita bersama dalam momen hari raya kemenangan.
Menurutnya, ini momen tepat lintas agama untuk membangun kebersamaan dan persaudaraan. Kegiatan ini rutin digelar tiap tahun.
"Kita bersyukur bersama-sama kepada Tuhan atas kemenangan mereka khususnya di dalam kehidupan olah rohani," katanya di sela kegiatan ini kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (10/4/2024).
"Kami berharap kemenangan dan sukacita yang diperoleh dan dianugerahkan kepada umat islam bisa disebarluaskan kepada semua orang. Sehingga kehidupan bersama menjadi kokoh dan bisa membangun bangsa," harapnya.
Menanggapi hal tersebut, Noor Achmad sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh keuskupan.
Menurutnya, kegiatan ini jadi gambaran bahwa Indonesia dipenuhi harmoni dan kerukunan.
"Ini luar biasa. Ini kebiasaan yang insyallah akan kami lestarikan. Kehadiran uskup dan lintas agama sangat bermanfaat dan berguna bagi kita semua untuk membina umat di jawa Tengah," pungkasnya. (mha/bas)
Editor : Baskoro Septiadi