RADARSEMARANG.ID, Semarang - Salat Idul Fitri dan Open House yang diselenggarakan Pemkot Semarang, Rabu (10/4) pagi menjadi momentum terakhir bagi Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu.
Seperti di ketahui masa jabatan Mbak Ita, bakal habis tahun ini.
November nanti pun akan diselenggarakan Pilwakot, beberapa waktu lalu pun politikus PDI-Perjuangan ini pun sempat menyarankan diri tidak akan mencalonkan diri.
"Tentunya kami bicara kita harus lebih baik, lebih hebat karena ke depan tidak semakin mudah," katanya.
Salah satunya lanjut Mbak Ita adalah masalah cuaca ekstrim yang kerap menyebabkan banjir dan rob di Kota Semarang.
Selain itu program-program Pemkot yang sudah dicanangkan pun harus berjalan dengan baik.
Masalah lainnya lanjut Mbak Ita adalah ketahanan pangan, stunting dan kemiskinan ekstrim yang harus terus ditekan dan dilakukan intervensi.
"Yang baik hari ini, ke depan harus lebih baik lagi, dari kedaulatan pangan, kemiskinan, investasi dan lainnya, pastinya harus lebih baik dari hari ini," tambah dia.
Sebelumnya Sekretaris DPC PDI-Perjuangan Kota Semarang, Kadar Lusman ketika ditanya, terkait pernyataan Mbak Ita yang tidak akan mencalonkan diri dalam Pilwakot 2024 November mendatang, mengaku belum mendengar langsung dan belum ada pertemuan dengan pihak partai.
"Saya denger dari wartawan malah, belum ada komunikasi ke DPC lagi terkait rencana itu," ujar pria yang menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Semarang ini. (den/bas)
Editor : Baskoro Septiadi