RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Kinerja investasi dan sektor konstruksi di Jawa Tengah diprediksi akan mengalami lonjakan, karena percepatan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditarget selesai pada 2024.
Pun, perkiraan Bank Indonesia yang mencatat akan terjadinya pertumbuhan ekonomi di rentang 4,7-5,5 persen (year on year) pada 2024.
Berbagai persoalan terkait pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tersebut, menjadi salah satu topik bahasan dalam acara buka puasa antara Bank Arto Moro dengan para tokoh Jawa Tengah pada Kamis (4/4).
Kegiatan yang digelar di salah satu restoran di Semarang antara lain dihadiri oleh Komisaris Utama sekaligus Pemegang Saham Pengendali (PSP) Bank Arto Moro, Prof. Dr. H. Subyakto, SH, MH, MM; dan Ketua Pembina Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA), Drs. H. Azhar Combo.
Tokoh lainnya yang hadir, Rektor Unissula, Prof Dr Gunarto SH M.Hum, Kepala LKPP yang juga mantan Wali Kota Semarang, Dr. Hendrar Prihadi, S.E., M.M dan Ganang Ismail, putra mantan Gubernur Jateng.
Mereka berkumpul untuk berbagi gagasan dan pemikiran tentang berbagai isu strategis terkait perbankan, perekonomian, dan dunia usaha di Jawa Tengah.
Komisaris Utama sekaligus PSP Bank Arto Moro, Prof. Dr. H. Subyakto, SH, MH, MM dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan ekonomi yang kompleks.
Dengan pengalaman, kompetensi dan jaringan yang dimiliki oleh para tokoh yang hadir, Prof Subyakto meyakini bahwa pertemuan tersebut merupakan media strategis bagi kemajuan perekonomian Jawa Tengah.
“Saya berterima kasih atas kehadiran para tokoh Jawa Tengah dalam buka puasa bersama Bank Arto Moro. Saya yakin, pertemuan silaturahmi seperti ini akan sangat bermanfaat bagi perekonomian Jawa Tengah. Bank Arto Moro siap memberikan dukungan sepenuhnya dalam permodalan maupun akses layanan perbankan bagi masyarakat dan pelaku usaha di Jawa Tengah,” ucap Prof Subyakto.
Lanjut Prof Subyakto, kolaborasi dari berbagai pelaku sektor usaha sangat penting dalam rangka merespons dinamika dan persoalan masyarakat yang semakin kompleks dan global.
Harapannya silaturahmi dan bincang-bincang lintas sektoral keilmuan dan bidang usaha ini akan semakin sering terjadi.
“Ke depan, semoga segera digelar kegiatan serupa dengan tokoh-tokoh yang lain. Dengan semakin banyak tokoh yang terlibat, maka kemajuan dan peningkatan ekonomi Jawa Tengah dapat segera terakselerasi dan terealisasi,” ujarnya.
Kepala LKPP RI Hendrar Prihadi mengaku senang bisa bertemu dan silaturahmi dengan senior, sesepuh, dan para tokoh Jawa Tengah.
Menurut Hendi—sapaan intimnya, apa yang disampaikan oleh para tokoh yang hadir adalah poin-poin yang sangat baik dan penting bagi kemajuan, kondusifitas, serta perkembangan Semarang dan Jawa Tengah. (isk)
Editor : Tasropi