RADARSEMARANG.ID, Semarang - Tak ada rotan akar pun jadi, tak ada pasangan rental pacar pun jadi. Begitulah ungkapan relate dengan kondisi saat ini di tengah nge-hype-nya jasa sewa pacar.
Keinginan memiliki pasangan bagi anak muda zaman sekarang sudah menjadi tren.
Tapi apa jadinya bagi kaum jomblo akut yang enggan berpacaran sungguhan atau memang belum punya pacar? Jasa sewa pacar ternyata memberikan solusi masalah tersebut.
Selain ingin merasakan sensasi punya pacar betulan, sewa pacar salah satu cara melenyapkan perasaan kesepian, menjadi teman ngobrol, hingga berperan layaknya pacar sungguhan.
Bagi para talent sewa pacar, jasa tersebut menjadi sumber penghasilan tambahan. Yakni dengan memanjakan klien mewarnai hari-harinya dengan pengalaman nge-date, bercerita, dan bermain dengan cara yang romantis.
Mereka memberikan layanan kepada klien (penyewa) layaknya sang pacar yang selalu menemani jalan-jalan, hang out, makan-makan, nonton, mendatangi event, bahkan hingga olahraga.
Kaum jomblo kini tak lagi kesulitan mencari pacar. Mereka bisa bergandengan tangan, merangkul, bermesraan, selfie berdua, merasakan kebahagian walau hanya sekejap.
Salah satu pengguna jasa pacar sewaan, A, mengaku cukup puas dengan pelayanan sang talent.
Awalnya ia penasaran apa rasanya ‘berpacaran’ dengan orang yang belum pernah ketemu. Apalagi sudah lama ia menjomblo.
Berawal dari sebuah iklan online yang menawarkan jasa pacar sewaan, A pun mencoba mengontak nomor yang tertera. Benar saja, responnya cukup cepat.
A pun diarahkan melalui link telegram yang tertera di profil media sosial. Lalu diminta data pribadi meliputi nama, nomor kontak, link sosial media, tanggal, lama, dan lokasi dating.
Kemudian diminta memilih talent sesuai tipe dan lokasi kota terdekat. Setiap talent yang menjadi member jasa rental pacar dijelaskan secara detail.
Mulai dari tinggi badan, berat badan, postur fisik, kesukaan, ketidaksukaan, dan kelebihannya dalam memberikan servis kepada klien.
Syarat lain, A harus menyerahkan foto KTP sebagai validasi identitas.
A juga harus memenuhi persyaratan, yakni harus single, dilarang menanyakan dan menyebarkan privasi talent, tidak boleh mesum dan melibatkan talent ke dalam masalah pribadi.
Yang perlu dicatat juga, selama berlangsungnya dating seluruh biaya transportasi, makan, dan aktivitas lainnya ditanggung penuh oleh A.
A juga mendapat opsi price list off date, mulai dari Rp 275 ribu (tiga jam) hingga Rp 370 ribu (lima jam). Maksimal lama penyewaan delapan jam dengan biaya tambahan Rp 100 ribu per jam.
Bagi yang kurang menyukai off date jasa tersebut juga menawarkan online date.
Range harganya mulai Rp 30 ribu untuk telepon dan main bareng per jam hingga Rp 175 untuk video call per jam. Selain itu juga menawarkan paket mingguan hingga Rp 750 ribu.
A sempat ragu dan takut tertipu. Sebab, ia diminta membayar tarif sewa di muka setelah menyepakati persyaratan dari agen.
Setelah memantapkan hati, A akhirnya mentransfer sejumlah uang ke rekening yang telah diberikan. Sejurus kemudian, sang ‘pacar’ pun menghubungi A melalui WhatsApp untuk janjian ngedate. Sebut saja Sesil (bukan nama sebenarnya).
“Ngajak ketemuan di mall. Maunya di tempat ramai. Katanya takut kalau di tempat sepi,” ujar A.
Selama tiga jam, A pun ditemani dan menapat treatment layaknya pacar. “Pelayanannya bikin baper (terbawa perasaan),” katanya. (mia/zal)
Editor : Baskoro Septiadi