RADARSEMARANG.ID, Semarang - Belakangan ini, bongpay atau penanda makam leluhur warga Tionghoa di Kota Semarang viral di media sosial.
Sebab, bongpay tersebut dijadikan tutup selokan atau got oleh warga di lingkungan sekitar.
Hal tersebut dibagikan oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) di media sosialnya.
Mereka menemukan 17 bongpay di sekitar Jalan Saputan Raya, RWXII, Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari, Kota Semarang.
Camat Candisari, Cipta Nugraha, pun mengklarifikasi hal tersebut. Ia menjelaskan, bongpay memang banyak ditemukan di wilayahnya sejak 1970.
Kendati demikian, ia menegaskan warga tidak tahu menahu akan kesakralan benda tersebut.
"Mereka tidak tahu kalau itu sakral, hanya memanfaatkan saja yang tergeletak, tidak ada niatan sedikitpun," katanya.
Sementara itu, Lurah Jomblang, Henry Nur Cahyo menambahkan, pihaknya telah membongkar bongpay yang menjadi tutup selokan itu.
Lebih lanjut, bongpay diserahkan yayasan terkait atau PSMTI pada Jumat (15/3).
“Kita menghormati, kita mengambil langkah tindakan komunikasi ke warga dan warga bisa menerima, maka kita bongkar salurannya kita betulkan,” jelasnya.
Henry menyebut untuk langkah selanjutnya, pihak kelurahan akan secara aktif berkomunikasi dengan PSMTI. Apabila nantinya di kemudian hari ditemukan bongpay serupa.
Ia menambahkan, jika wilayah Kelurahan Jomblang dulunya memang merupakan kawasan makam China.
Lambat laun, warga mulai berdatangan dan menetap sehingga menjadi permukiman padat penduduk seperti saat ini.
Kita baru ngeh kejadian seperti ini karena kita tidak tahu, kata dia, karena udah lama sekali hal seperti ini.
"Karena ketidaktahuan warga, ini sudah turun temurun, dari leluhur udah ada,” ucapnya.
Oleh karena itu, Henry mengaku mengadakan edukasi dan sosialiasi secara bertahap kepada warga Kelurahan Jomblang.
Apabila di rumah mereka terdapat bongpay untuk segera melaporkan ke pihak kelurahan.
“Kita sosialisasikan ke warga kalau ada yang punya bongpay, mohon informasikan ke Kelurahan,” tandasnya. (fgr/bas)
Editor : Baskoro Septiadi