RADARSEMARANG.ID, Semarang - Meskipun masih tergenang banjir, puluhan warga Kelurahan Tambakrejo Semarang mengikuti Salat Jumat berjamaah di Masjid Besar Terboyo, Jumat (15/3/2024).
Masjid Besar Terboyo dipilih karena merupakan salah satu tempat yang paling tinggi untuk melakukan Salat Jumat berjamaah.
Meskipun dari arah masjid, dan halaman masih tergenang setinggi lutut orang dewasa.
Tidak seperti Salat Jumat biasanya. Jumatan kali ini hanya diisi oleh 60 persen dari kapasitas masjid. Hanya bagian dalam depan hingga sebagian belakang area masjid. Karena adanya banjir.
Salah satunya, Rizki Dwiki Nugroho, yang sangat bersemangat menjalankan ibadah Jumatan. Ia berjalan mengarungi banjir sepanjang 300 meter dari rumahnya menuju Masjid Besar Terboyo.
Sesampainya di masjid, disediakan air mengalir untuk membersihkan kaki yang terkena banjir. "Hampir setiap tahun seperti ini, mas kalau banjir," katanya.
Ia memilih Masjid Besar Terboyo karena akses jalan tidak terlalu dalam genangannya. Selain itu, masih dekat dengan rumahnya yang beralamatkan di Jalan Purwosari II RT 3 RW 3, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari.
Diakuinya, banjir tahun ini lebih tinggi. Karena tahun-tahun sebelumnya rumah yang ditinggali tidak kemasukan air, tetapi tahun ini kemasukan air. "Tahun ini kemasukan meskipun semata kaki," katanya.
Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Besar Terboyo, Ahmad Syukri Ghazaly, menjelaskan Salat Jumat di Masjid Besar Terboyo dilakukan seperti biasa, tidak masalah.
Kendati halaman masjid masih tergenang 50 sentimeter dan Jalan Raya Masjid Terboyo juga tergenang.
"Yang mau datang, Monggo. Bagaimana caranya diadakan Jumatan, kendalanya hanya harus melewati genangan," katanya.
Ia menambahkan air di masjid tidak ada masalah, dan mengalir. Tidak ada persiapan khusus, meskipun ada masyarakat yang mengungsi karena banjir.
"Mau dibuatkan jalan, jalannya masih banjir. Lha terus bagaimana, kalau tidak datang, berarti ada uzur, hehe," kata pria yang murah senyum ini.
Dikatakan, dari rumahnya pun jalannya masih tergenang selutut orang dewasa. "Para jamaah membawa salin, lalu ganti di kamar mandi. Karena air bersih cukup, kamar mandi banyak," katanya.
Masjid Besar Terboyo memiliki tinggi 1,5 Meter dari halamannya yang masih tergenang 50 sentimeter. Di jalan masih 20 - 30 sentimeter, kata dia, sedangkan jalan kampung masih lebih rendah. "Rata-rata genangan ya masih 50 sentimeter," katanya.
Karena banjir, antusiasme jamaah hanya 60 persen yang terisi. Serambi masjid tidak dipadati anak-anak yang biasa ramai di masjid.
"Jumatan malah hening, yang tidak datang juga banyak" katanya.
Ia berharap halaman Masjid Besar Terboyo segera ditinggikan. Karena sudah pernah diajukan peninggian ke Pemkot Semarang.
Selain itu, pompa-pompa perlu ditambah dan saluran perlu dibenahi. "Sehingga air langsung kesedot, tidak lama. Tapi ini kan musibah, hujannya juga deras dan lama to ini," jelasnya. (fgr/bas)
Editor : Baskoro Septiadi