RADARSEMARANG.ID, Semarang - Curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Semarang sepekan ini membuat Semarang dikepung banjir pada Rabu (13/3/2024) dan Kamis (14/3/2024).
Aktivitas perekonomian, pendidikan dan transportasi masyarakat di beberapa wilayah di Semarang lumpuh akibat banjir.
Di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari sekitar 2.000 rumah tergenang banjir Kamis (14/3). Air berasal dari limpasan sungai Banjir Kanal Timur akibat hujan deras yang mengguyur Semarang sejak Rabu (13/3).
Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, di sepanjang Jalan Purwosari - Tanggungrejo Raya, ketinggian genangan air setinggi pinggang orang dewasa.
Akibatnya, aktivitas warga lumpuh. Selain itu, beberapa fasilitas umum seperti kantor kelurahan, SD Negeri Tambakrejo 02, TK PGRI 64, masjid dan musala juga tergenang air.
Salah seorang warga RT 6 RW 6 Tambakrejo, Roy, mengaku ketinggian genangan di Jalan Kaligawe Raya sampai paha orang dewasa. Sedangkan di kampung-kampung ketinggian mencapai perut orang dewasa. "Ini hampir semuanya, mas. Rumah saya tenggelam," katanya.
Lurah Tambakrejo Sukiswo, menjelaskan 99 persen wilayah Tambakrejo tergenang. Hampir semua RW dari RW 1 - RW 9 rumah warga kemasukan air banjir. Total ada sekitar 3.500 KK yang kena dampak.
Camat Gayamsari Eko Yuniarto memaparkan ada 2800 KK dari 2100 rumah yang terdampak banjir di Kelurahan Sawah Besar. Selain itu, ada 3000 KK dari 2800 rumah di Kaligawe yang terdampak banjir.
Di Tambakrejo, ada 3500 rumah dari 2000 KK. Di Kelurahan Gayamsari ada 50 KK dari 50 rumah yang terdampak.
Lalu Kelurahan Siwalan ada 200 KK dari 175 rumah dan di Kelurahan Sambirejo, ada 350 KK dari 330 rumah. "Semua kelurahan se-Kecamatan Gayamsari terendam," katanya.
Kelurahan Tambakrejo dan Kaligawe merupakan wilayah yang terparah. Warga Kelurahan Sawah Besar bahkan mengungsi di SMP Negeri 4 Semarang, Balai RW dan TK Pertiwi.
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengaku terus mendata jumlah warga yang terdampak banjir.
Terutama mereka yang tinggalnya di Kecamatan Gayamsari, Pedurungan, dan Kelurahan Muktiharjo Kidul, Bangetayu, dan Trimulyo.
Menurutnya warga enggan di evakuasi meskipun rumah yang ditinggali terendam banjir cukup tinggi.
"Kita coba penuhi kebutuhan logistik mereka seperti makanan siap saji dan obat-obatan," bebernya.
Mbak Ita juga langsung meninjau sejumlah titik banjir yang ada di Ibu Kota Jateng, sekaligus membantu distribusi logistik dan evakuasi korban banjir.
Evakuasi dilakukan kepada 12 orang di Taman Hasanudin, Kuningan, 15 orang di Kecamatan Gayamsari. Lalu di sekitar kampus USM ada 100-an orang dari Tlogosari Kulon dan Muktiharjo Kidul.
"Banyak warga yang enggan dievakuasi karena rumahnya berlantai dua, tapi ada juga yang mengungsi ke rumah keluarga yang tidak terdampak," tambah dia.
Kendati begitu, ia memastikan Basarnas bersama TNI-Polri, PMI dan sukarelawan kebencanaan bersiapsiaga penuh untuk melakukan evakuasi atau memberikan pertolongan kepada warga terdampak.
"Ada lima lokasi dapur umum yakni di Balai Kota Semarang. Lainnya berada di Kecamatan Semarang Utara, Kecamatan Gayamsari, Universitas Semarang (USM), dan Kecamatan Genuk," bebernya. (den/fgr/ton)
Editor : Baskoro Septiadi