Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pantang Golput di Pemilu 2024, Pasien Rawat Inap RS Elisabeth Semarang Tetap Semangat Nyoblos

Figur Ronggo Wassalim • Rabu, 14 Februari 2024 | 23:04 WIB

Para pasien bersama keluarga mencoblos di ruang Hemodialisa Unit, RS Elisabeth Semarang, Rabu (14/2). NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG
Para pasien bersama keluarga mencoblos di ruang Hemodialisa Unit, RS Elisabeth Semarang, Rabu (14/2). NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG
 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Belasan pasien cuci darah di ruang Hemodialisa (HD) Unit, Rumah Sakit St Elisabeth Semarang mengikuti pencoblosan Pemilu 2024, Rabu (14/2) siang.

Mereka didampingi keluarga tampak bersemangat menggunakan hak pilihnya meskipun lemas di atas ranjang saat petugas KPPS mendatanginya.

Seorang pasien, Yosep Widodo, 58, asal Klaten sangat senang bisa menggunakan suaranya pada Pemilu 2024. Ia didampingi istrinya Emiliana.

Pria yang menjalani rawat jalan sejak 2019 ini selalu dijadwalkan seminggu dua kali untuk menjalani cuci darah. Karena penyakit hipertensi yang ia derita.

"Ini sangat bagus untuk proses pencoblosan, kami sangat senang didatangi para petugas KPPS untuk melakukan coblosan," ujarnya.

Diakuinya, ia sudah mendapat sosialisasi dari pihak rumah sakit. Awal bulan ini, ia diminta mengumpulkan fotocopy KTP untuk didaftarkan sebagai pemilih di TPS 31.

"Saya memilih dua surat suara, yakni pemilihan presiden dan DPD RI daerah pemilihan Jawa Tengah, karena KTP saya ikut Klaten," ujarnya.

Kepala Humas Rumah Sakit St Elisabeth Semarang, Probowatie Tjondronegoro, menjelaskan pihaknya telah mengurus pindah memilih untuk 150 pemilih.

Terdiri dari pasien, dokter, perawat, dan karyawan yang telah memenuhi syarat. Sementara untuk pasien terdiri dari 11 pasien dengan catatan satu pasien meninggal dunia beberapa waktu lalu sebelum pemilu.

"Para pasien senang bisa nyoblos, karena kami rumah sakit itu salah satu upayanya penghiburan, menghargai hak mereka dan tidak hanya berobat, tetapi afeksinya," tandasnya.

Sementara itu, Ketua PPS Tegalsari, Imam Sarjono, mengatakan, pasien RS St Elisabeth termasuk dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) di TPS 31 Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari.

Sementara untuk dokter, perawat, dan karyawan lainnya disebar di TPS lain. Seperti TPS 32 dan TPS 18 lantaran keterbatasan kuota.

Ia menambahkan, berbeda dari pemilu sebelumnya, pemilu 2024 ini pasien di rumah sakit tidak langsung mencoblos saat hari H dengan hanya membawa KTP.

Namun, mereka harus mengurus pindah memilih yang diwakilkan oleh rumah sakit. Sesuai regulasi KPU, kata dia, yaitu dari rumah sakit meminta pindah memilih.

"Bahwa 15 Januari 24 merupakan batas mengurus pindah memilih untuk umum, kemudian diperpanjang sampai 7 Februari 2024 khusus yang punya surat tugas dan orang-orang yang sakit," tuturnya.

Perlu diketahui, jumlah DPT di Kelurahan Tegalsari ada 10.202 pemilih yang tersebar di 38 TPS. Sementara untuk DPTb mencapai 200 pemilih. (fgr/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#semarang #rumah sakit #Pemilu 2024 #rs elisabeth #pencoblosan #hemodialisa