Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pengakuan Tersangka Pembunuh Sekuriti di Banjardowo Genuk Semarang, Ternyata Ini Pemicunya

Muhammad Hariyanto • Senin, 12 Februari 2024 | 23:02 WIB
Tersangka pembunuh sekuriti di area pertokoan Banjardowo Genuk Semarang M Hasyim. (M Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
Tersangka pembunuh sekuriti di area pertokoan Banjardowo Genuk Semarang M Hasyim. (M Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Tersangka pembunuh sekuriti di area pertokoan Banjardowo Genuk Semarang M Hasyim dengan korban Edy Rusianto ternyata saling kenal.

Korban merupakan atasannya sebagai kepala keamanan atau Satpam di area pertokoan Banjardowo, Kecamatan Genuk.

Tersangka Hasyim, mengaku kejadian ini diawali saat mendatangi korban di depan alfamart, dengan maksud menanyakan upah jaga.

Namun, jawaban yang didapat malah membuatnya sakit hati lantaran tubuhnya ditendang menggunakan kaki korban.

"Masalah awalnya, saya mau minta pendapat, bagaimana mengatur jadwal puasa dan sebagainya. Sebetulnya banyak tapi belum saya utarakan. Terus menanyakan upah. Terus saya ditendang. Itu yang membuat sakit hati itu saya ditendang, saya jengkel. Sekonyong-konyong saya naik darah," katanya.

Menurut pengakuan tersangka, setelah ditendang kemudian melakukan perlawanan.

Hingga kemudian, korban mengambil senjata api di dalam tas yang kemudian ditodongkan ke tersangka.

Setelah itu terjadi perebutan senjata dan berhasil dipegang tersangka.

"Terus saya tangkis dan tangannya saya tekuk, kemudian saya rebut. Akhirnya dia tertarik, saya dan dia jatuh. Terus senjata ke tangan saya. Terus saya berondongkan dengan membabi buta, arahnya sekitar ke muka. Saya nodongkan (menembak) nyaris dekat," bebernya.

Berdasarkan keterangan Kasatreskrim Polrestabes Semarang, Kompol Andika Dharma Sena, ada lima tembakan dan proyektil yang berada di tubuh bagian muka korban.

Meski korban sudah terkapar, pelaku masih dengan bengis menghajar korban dengan batu paving depan Pos penjagaan.

"Sebetulnya dia sudah tidak berdaya. Terus saya keluar, mau nyimpan senjata yang saya gunakan tadi. Dua langkah depan pos, saya liat batu paving. Terus saya kembali lagi saua pukulkan di kepala belakang," jelasnya.

Setelah itu, tersangka membuang senpi tersebut. Ditemukan anggota kepolisian direrumputan dalam keadaanya terbungkus plastik dan ada lumuran darah. Tersangka berdalih tidak membuang senpi itu, melainkan akan disembunyikan.

"Itu saya nyimpan senjata supaya tidak diambil orang. Bukan berniat membuang barang bukti itu tidak," dalihnya.

Setelah itu, tersangka kembali ke di depan pos penjagaan samping alfamart. Kemudian pulang kerumah, dengan alasan baju yang dipakai baunya tidak enak lantaran terkena percikan darah.

"Saya pulang mandi sekalian tak cuci. Terus saya balik lagi kesana. Saya harus bertanggung jawabkan yang saya buat," katanya.

Tersangka awalnya sempat beralibi terhadap kesaksiannya terhadap anggota Satreskrim Polrestabes Semarang saat diinterogasi awal di TKP. Alasannya, takut dihakimi pihak keluarga dan kerabat korban yang sudah berada di TKP.

"Kalau saya ngaku disitu, saya hancur sama saudaranya. Karena saudaranya lebih dulu saudaranya dari polisi. Saya gak akan lari dari peristiwa itu," jelasnya.

Upah yang ditanyakan ke atasannya tersebut, tersangka mengaku adanya bayaran yang belum diterima. Pihaknya mengaku, hampir dua tahun belum menerima bayaran.

"Bayaran yang tertunda banyak. Ya enggak sempat ngitung. Tiap bulan 2,8 juta. Hampir 2 tahun tidak diberikan. Saya ngais-ngais disitu. Kerja kurang lebih tiga tahunan," dalihnya.

Menanggapi terkait senpi tersebut milik korban, tersangka berdalih tidak mengetahui secara pasti. Hasyim mengaku, senjata tersebut diambil dari tas korban.

Pihaknya juga menyebut, sudah lama tidak bertemu dengan korban.

"Saya sudah lama gak berpapasan. Saya dunia (kerja) malam, dia enggak pernah malam," imbuhnya. (mha/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#pembunhan #tewas #Genuk #banjardowo