RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pelaku kasus pembunuhan sekuriti pertokoan di Kawasan Industri Banjardowo Genuk Semarang telah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka.
Informasi yang diperoleh, pelakunya diketahui bernama M Hasyim (MH), warga Kecamatan Genuk.
Awalnya, MH merupakan saksi dalam kejadian. Hasil pemeriksaan oleh penyidik, MH ditetapkan tersangka. Lantaran diduga kuat sebagai pelakunya.
"Iya, satu orang sudah ditetapkan tersangka. Nanti detailnya kita sampaikan saat rilis," ungkap Kasatreskrim Polrestabes Semarang, Kompol Andika Dharma Sena, Kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (11/2/2024).
Korban diketahui bernama Edy Rusianto, 56, warga Kecamatan Genuk. Ditemukan tewas bersimbah darah di dalam pos penjagaan, area pertokoan Banjardowo, Kecamatan Genuk, Sabtu (10/2) sekitar pukul 07.00. Kemudian, satu orang diamankan sebagai saksi.
Hasil penyelidikan yang dilakukan kepolisian berhasil menemukan barang bukti senjata api. Senjata api tersebut terbungkus plastik, dan terdapat sisa bercak darah.
Senjata api tersebut ditemukan sekitaran 20 meter dari lokasi kejadian. Selain itu juga ditemukan paving blok yang diduga untuk menghabisi nyawa korban.
"Iya, ada senjata softgun, ditemukan di rerumputan tidak jauh dari lokasi. Itu pelakunya teman korban sendiri, saling kenal," ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya.
Sementara, Kapolsek Genuk, Kompol Rismanto, menjelaskan telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi dalam kejadian ini.
Pihaknya juga menyebutkan, saksi tersebut bernama MH, warga Kecamatan Genuk.
Terkait saksi tersebut bisa naik menjadi tersangka, Kapolsek juga membenarkan. Sekarang ini, penanganan kasus tersebut telah dilimpahkan ke Polrestabes Semarang.
"Iya. Minimal kan ada dua alat bukti, kalau alat bukti ini sudah menguatkan ya pelaku bisa jadi tersangka. Ini sudah kita serahkan ke Polrestabes Semarang," bebernya.
Pihaknya juga mengakui, senpi yang diamankan jenis air softgun. Namun, demikian Kapolsek mengatakan masih menunggu hasil otopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban.
Baca Juga: Tawuran di Semarang Makan Korban Lagi, Pemuda Warga Kebonharjo Tewas dengan Luka di Perut
"Itu air softgun. Kalau penyebab kematian menunggu hasil otopsi. Apakah dari air softgun itu atau benda tumpul lainnya," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang pria bernama Edy Rusianto, 56, warga ditemukan tewas bersimbah darah di dalam pos penjagaan, Sabtu (10/2) sekitar pukul 07.00.
Diduga, pria bekerja sebagai petugas keamanan ini menjadi korban pembunuhan. (mha/bas)