Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Sejumlah Program Dikebut Pemkot Tuntaskan Banjir di Kota Semarang

Iskandar • Selasa, 30 Januari 2024 | 04:35 WIB
Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan bahwa ada tiga kecamatan, yaitu Genuk, Pedurungan, dan Semarang Utara yang masih menjadi fokus utama dalam penanganan banjir.
Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan bahwa ada tiga kecamatan, yaitu Genuk, Pedurungan, dan Semarang Utara yang masih menjadi fokus utama dalam penanganan banjir.

RADARSEMARANG.ID, Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menyampaikan bahwa berbagai upaya dalam menangani masalah banjir menjadi perhatian utama pihaknya.

Dalam keterangannya, perempuan yang akrab disapa Mbak Ita tersebut menjelaskan bahwa ada tiga kecamatan, yaitu Genuk, Pedurungan, dan Semarang Utara yang masih menjadi fokus utama dalam penanganan banjir.

"Fokus kami di pesisir, masih ada tiga persen kawasan banjir, dengan kecamatan Genuk, Pedurungan, dan Semarang Utara menjadi daerah yang paling terdampak," ungkap mbak Ita.

Baca Juga: Lakukan Tinjauan di Kampung Kali, Mbak Ita Minta Penyeragaman Kewenangan Aset

Menurut data yang diungkapkan oleh Wali kota, pada tahun 2023, luasan wilayah yang terkena banjir dan rob mengalami penurunan menjadi 3,43%, dari 3,48% pada tahun 2022. Sementara luasan rob menyisakan 406,27 hektar atau 1,09%.

Salah satu program utama yang diharapkan mampu menangani banjir dan rob adalah pembangunan sheet pile di Tambaklorok yang dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana di bawah Kementerian PUPR.

Proses ini, khususnya pembangunan tanggul laut di pesisir utara, telah mencapai 62 persen. Mbak Ita pun menyampaikan optimisme bahwa pada Juni 2024, pembangunan tersebut akan mencakup 55,9 persen wilayah yang masih terdampak.

"Pembangunan sheet pile sudah hampir 62 persen. Nantinya, pada tahun 2024 ini, tepatnya Juni, bisa mencakup 55,9 persen wilayah," jelas Mbak Ita saat meninjau lokasi pembangunan tiang pancang di Kelurahan Tambakrejo beberapa saat lalu.

Selain itu, proyek pengendalian banjir di wilayah Muktiharjo juga akan dilaksanakan BBWS Pemali-Juana melalui bantuan dari Bank Dunia.

"Akan dilelang. Itu adalah proyek bantuan dari Bank Dunia kepada Kementerian PUPR untuk penanganan banjir di wilayah Muktiharjo," tambahnya.

Lebih lanjut, Mbak Ita juga mengungkapkan pihaknya akan melakukan peningkatan kapasitas di sejumlah rumah pompa, seperti Pompa Progo, Tambakrejo, Tanah Mas, dan Tawang Mas.

Upaya ini juga akan dibarengi dengan pembangunan dan peningkatan saluran drainase di berbagai wilayah, seperti peningkatan kapasitas saluran Tlogosari, Dempel, Simpang Syuhada-bugen, jl. Gajah – Aspol Kabluk dan Pompa Progo serta sodetan ke kali babon untuk penanganan banjir Pada Sistem Semarang Timur;

Sedangkan penanganan banjir pada Sistem Semarang Tengah akan dilakukan melalui peningkatan saluran drainase sepanjang Kali Semarang, saluran jl. Tanjung, saluran MT. Haryono – Petudungan, Saluran Ki Mangunsarkoro dan pompa Tawang Mas, Pompa Kolonel Sugiyono dan Pompa Tanah Mas.

Tak hanya hilir, penanganan kapasitas saluran untuk penanganan banjir juga dikerjakan di daerah hulu, seperti Jl. Alam Asri, jl. Semarang – Boja (Jatisari) dan jl. Duku 1 (anak sungai blorong).

Serta akan dilakukan penyelesaian normalisasi pada Kali Plumbon, Tenggang (hulu), Babon (hulu), Kali Mangkang, Kali Tugurejo.

Dengan serangkaian program dan proyek yang dikerjakan, Pemkot Semarang berharap hal tersebut dapat mengurangi dampak banjir secara signifikan di wilayah yang masih terdampak.

Upaya ini mencakup penanganan hilir hingga hulu, melibatkan berbagai pihak dan berbagai proyek untuk menjaga keberlanjutan kota Semarang dari ancaman banjir. (isk) 

Editor : Tasropi
#bbws #Mbak ITA #Walikota Semarang #pemkot semarang