RADARSEMARANG.ID, Semarang - Menjelang Tahun Baru Imlek 2575, permintaan pembuatan naga atau liong dan barongsai meningkat sangat pesat.
Ini terlihat dalam produksi barongsai di Jalan Hiri III, Nomor 6, Kelurahan Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur. Permintaannya hingga luar pulau Jawa.
Adalah Candra Wiro Utomo, atau yang akrab disapa Wi Hong, memproduksi liong dan barongsai di Kota Semarang.
Wi Hong merupakan generasi keempat dari leluhurnya yang pembuat barongsai. "Dulunya si Jalan Seteran, sekarang pindah ke Jalan Hiri III," katanya.
Baca Juga: Ini Makna Tahun Naga Kayu di Perayaan Imlek 2024 yang Jatuh Pada 10 Februari
Saat ditemui oleh Jawa Pos Radar Semarang Kamis (25/1), Wi Hong sedang menyelesaikan pesanan barongsai dan liong dari beberapa kota di Kalimantan.
Diakuinya, pada tahun Naga Kayu ini pesanan barongsai dan liong mengalami peningkatan drastis dibanding tahun lalu. "Banyak banget, tahun ini lebih banyak naganya daripada barongsainya," ujarnya.
Tahun ini, ada 15 pesanan naga, tiga di antaranya merupakan naga besar dari Kalimantan. Selain itu, ada 20 pesanan barongsai. "Kalau tahun lalu naga cuma ada tujuh," katanya.
Ia menambahkan, pembuatan liong lebih rumit dibandingkan barongsai. Naga memiliki panjang 18 meter.
Ia harus membuat rangka sepanjang itu. Sedangkan barongsai hanya untuk dua orang dan tidak serumit pembuatan naga.
Pada November 2023, bahkan ia membuat liong sepanjang 120 meter. Saat ini, ia membuat tiga naga besar berukuran 36 meter. Dibutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk menyelesaikan sebuah liong.
Wi Hong menemui berbagai hambatan saat membuat liong. Seperti sablonan untuk tubuh naga yang panjang dan besar sehingga harus sabar.
Sedangkan bahan pembuatan barongsai dan naga cukup mudah didapatkan. Seperti kain yang melimpah dan bahan baku lainnya masih tersedia.
"Kami mencari kain yang mengkilap dan tebal karena kalau tipis nanti sobek," jelasnya.
Sebuah naga besar berukuran 36 meter ia jual di kisaran harga Rp 45 juta. Sedangkan ukuran standar 19 meter dilepas seharga Rp 9 juta. Untuk barongsai berkisar Rp 6,5 juta, sudah termasuk sepatu.
Baca Juga: Padukan Kue Serabi dan Kue Keranjang di Perayaan Imlek
Meskipun Imlek mendatang merupakan tahun naga kayu, banyak pemintaan naga berwarna emas. "Saya kurang paham, mungkin unsur naga yang paling kuat ini emas liong atau barongsai," jelasnya.
Selain pesanan dari Kalimantan, Wi Hong juga mendapat pesanan dari berbagai daerah di Indonesia. Seperti Bengkalis, Riau, Pontianak, Singkawang, Pangkalan Bun, Manado, dan Makassar.
Ia berharap pada tahun naga kayu ini, Indonesia menjadi negeri aman, makmur dan tentram. "Sehingga damai supaya rizki mengalir terus," harapnya. (fgr/ton)
Editor : Baskoro Septiadi