Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Menelisik Latar Belakang Gedung Butterworth Semarang, Saksi Bisu Sejarah Kota Lama yang Roboh Pekan Silam

Aris Hariyanto • Kamis, 25 Januari 2024 | 00:41 WIB
Gedung Butterworth Semarang yang roboh pekan silam.
Gedung Butterworth Semarang yang roboh pekan silam.

RADARSEMARANG.ID, - Semarang, kota yang terletak di pantai utara Pulau Jawa ini, ternyata memiliki banyak bangunan bersejarah.

Seiring berkembangnya zaman, tidak sedikit bangunan kuno dan bersejarah menjadi saksi bisu di ibukota Jawa Tengah tersebut.

Salah satu bangunan yang paling menarik perhatian adalah Gedung Butterworth, yang terletak di Kawasan Kota Lama Semarang.

Gedung Butterworth diketahui memiliki arsitektur yang unik dan dikabarkan sempat menjadi pusat ekspor rempah-rempah pada masa kolonial Belanda.

Namun, Gedung Butterworth tidak selalu dapat berdiri kokoh dan megah seiring perkembangan dan perubahan zaman.

Dikabarkan sebelumnya, pada Senin (22/1), gedung tersebut roboh akibat kondisi bangunan yang rusak dan kurang terawat.

Kejadian itu menimbulkan keprihatinan dan kesedihan bagi masyarakat Semarang, khususnya para pecinta sejarah dan budaya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Gedung Butterworth dibangun pada tahun sekitar 1930-an oleh perusahaan Butterworth & Co.

Diketahui, perusahaan tersebut didirikan oleh William Butterworth, seorang pedagang asal Inggris yang menetap di Semarang pada 1818.

Perusahaan ini berkembang pesat dan menjadi salah satu perusahaan terbesar di Indonesia pada masa itu yang bergerak di bidang perdagangan rempah-rempah.

Konstruksi Gedung Butterworth dirancang oleh WCP Schoemaker, seorang arsitek Belanda yang terkenal dengan gaya modernisme tropis.

Gaya ini menggabungkan berbagai unsur arsitektur modern yang dapat beradaptasi terhadap budaya dengab iklim tropis.

Pada saat itu, Gedung Butterworth memiliki bentuk bangunan yang geometris dan simetris, dengan fasad berwarna putih serta bentuk jendela yang besar.

Diketahui, Gedung tersebut memiliki halaman yang luas dengan taman yang asri, memberikan kesan elegan dan sejuk pada .

Gedung Butterworth menjadi salah satu bangunan yang paling representatif di wilayah Kota Lama Semarang.

Wilayah tersebut merupakan kawasan yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan arsitektur yang tinggi.

Selain itu, kawasan Kota Lama merupakan bekas pusat pemerintahan dan perdagangan kolonial Belanda di Semarang.

Di kawasan itu memiliki banyak bentuk bangunan bergaya Eropa, seperti Gereja Blenduk, Stasiun Tawang, dan Lawang Sewu.

Kawasan Kota Lama juga menjadi saksi dari berbagai peristiwa penting dalam sejarah Indonesia, seperti perjuangan kemerdekaan, revolusi sosial, dan pembangunan nasional.

Editor : Agus AP
#Gedung Butterworth #wisata semarang #CAGAR BUDAYA #Gereja Blenduk #Kota Lama #lawang sewu