Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pemilu Sarana Integrasi Bangsa, Kepala Kesbangpol Jateng: Masyarakat Jangan Provokatif

Khafifah Arini Putri • Rabu, 24 Januari 2024 | 02:26 WIB

 

Kepala Kesbangpol Jateng, Haerudin.
Kepala Kesbangpol Jateng, Haerudin.

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menyebut pemilihan umum (Pemilu) sebagai sarana integrasi bangsa.

Karena itu masyarakat diimbau untuk menyalurkan aspirasinya. 

Kepala Kesbangpol Jateng Haerudin mengatakan beragam upaya terus dilakukan untuk mengatasi kerawanan dan menciptakan Pemilu Damai 2024.

Elemen masyarakat dilibatkan secara langsung untuk menjaga kondusifitas dan tidak provokatif.

Sebab suksesnya Pemilu, kata dia, bukan hanya dari penyelanggara, peserta, maupun pemerintah, dan aparat penegak hukum. Tapi juga masyarakat melalui hak pilihnya. 

"Kita melalukan deklarasi Pemilu Damai bersama dengan masyarakat, melakukan kesiapsiagaan bersama aparat penegak hukum, serta memelihara kondisi masyarakat," jelas Haerudin saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (23/1). 

Menuju pemungutan suara yang tinggal 21 hari lagi. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak golput.

Sebab salah satu indikator suksesnya Pemilu adalah pada tingkat partisipasi. Terlebih target partisipasi Pemilu 2024 ditingkatkan menjadi 80 persen. Sementara sebelumnya 77,5 persen.

"Maka tingkat partisipasi masyarakat memang kita harapkan untuk bisa lebih tinggi. Harapannya masyarakat bisa menyalurkan suaranya dengan nyaman, juga tidak ada kekhawatiran" akunya. 

Lebih lanjut, Haerudin menyebut setiap organisasi masyarakat (ormas) bebas untuk menyampaikan aspirasinya.

Terlebih apabila tujuannya untuk mengajak masyarakat menciptakan pemilu damai. 

"Kita mengimbau teman-teman ormas, masyarakat, supaya memberikan narasi-narasi positif di medsos, narasi-narasi yang menyejukkan dan narasi-narasi yang tidak provokatif sehingga Pemilu Damai ini menjadi harapan kita bersama," imbuhnya. 

Berkaca pada salah satu ormas yakni PCNU Semarang yang mendeklarasikan paslon capres cawapres nomor urut 2. Haerudin menyebut hal itu bebas dilakukan.

Namun tidak diperkenankan mengganggu kenyamanan masyarakat. 

Kendati demikian pihaknya tetap mengimbau pads ormas untuk memberikan narasi yang baik untuk pemilu damai di media sosial. 

"Kalau deklarasi sah-sah saja itu pilihan politik masyarakat, yang penting dilakukan secara damai tanpa mengganggu kondisi, dan tidak menimbulkan gangguan-gangguan di masyarakat," tandasnya. (kap) 

Editor : Agus AP
#Kesbangpol