Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kelompok Tani Rejosari Semarang Sukses Inovasi Kandang Ayam Agar Tidak Bau, Begini Caranya

Figur Ronggo Wassalim • Minggu, 21 Januari 2024 | 16:37 WIB
Para anggota Kelompok Tani Sengkuyung Hayati beraktivitas memelihara Perdu Semerbak di RW 5, Kelurahan Rejosari, Semarang Timur. MOHAMMAD BAGUS SATRIA/JAWA POS RADAR SEMARANG
Para anggota Kelompok Tani Sengkuyung Hayati beraktivitas memelihara Perdu Semerbak di RW 5, Kelurahan Rejosari, Semarang Timur. MOHAMMAD BAGUS SATRIA/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pemkot Semarang sejak 2023 mulai mengembangkan Program Perkampungan Pertanian Terpadu Semarang Seribu Polybag, Ayam, dan Kelinci (Perdu Semerbak).

Sejumlah kelurahan menjadi pilot project dan sudah memperlihatkan hasil yang memuaskan. Program untuk menunjang sektor ekonomi dan ketahanan pangan.

Salah satunya di Kelurahan Rejosari, Semarang Timur. Melalui Kelompok Tani Sengkuyung Hayati terpilih menjadi salah satu penerima program tersebut. Kelompok ini mendapatkan bantuan ternak Ayam dan 1.000 polybag.

 Baca Juga: PSIS Semarang Tantang Tim Liga 3 Sebelum Hadapi Persebaya Surabaya

Warga sudah mulai merasakan manfaatnya. Belakang Kantor Kelurahan Rejosari disulap menjadi kandang ayam dan polibag.

Perputaran ekonomi dari hasil ternak dan tani sudah terlihat. Ayam bantuan setiap harinya bisa bertelur 5-6 butir. Selama tiga bulan semua ayam di sana masih hidup.

Selain itu, terdapat jadwal penyiraman tiap harinya dan pembersihan kandang tiap minggunya.

“Jadi sudah mulai dirasakan, perekonomian sudah mulai terasa dengan adanya bantuan itu,” kata Ketua Kelompok Tani Sengkuyung Hayati, Surono.

Kelompok tani ini juga mempunyai inovasi agar kandang tidak bau. Sehingga ayam tidak mati.

 Baca Juga: Angin Kencang Terjang Beberapa Desa di Kecamatan Juwana, Robohkan Pohon dan Atap Rumah Warga

Dengan melakukan penggantian sekam pada kandang ayam  KUB yang dilakukan setiap 1-2 minggu sekali. Penyemprotan desinfektan yang dilakukan setiap dua minggu sekali.

Peternakan ayam KUB, merupakan jenis ayam petelur unggulan asal Jawa Barat yang sudah teruji hingga enam generasi.

“Masyarakat Rejosari dapat belajar tani dan ternak secara mandiri untuk penguatan pangan dan pencegahan stunting,” tambahnya.

Lurah Rejosari, Ema Nurhayati, mengatakan, program Perdu Semerbak telah meningkatkan perekonomian masyarakat Rejosari.

Masyarakat dapat menjual hasil pertanian dan hasil telur untuk memenuhi kebutuhan pangan.  

“Di kelurahan ada 4 anak yang stunting, kami berharap program Perdu Semerbak dapat terus berlanjut dan berkembang sehingga bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya. (mg1/mg3/mg4/fgr/fth)

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#kelompok tani #kandang ayam #pemkot semarang