Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pengakuan Korban Selamat Miras Oplosan Etanol di Semarang: Kapok, Nggak Mau Minum Lagi

Muhammad Hariyanto • Rabu, 10 Januari 2024 | 22:13 WIB
Korban selamat miras oplosan ketika dimintai keterangan di Mapolrestabes Semarang. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Korban selamat miras oplosan ketika dimintai keterangan di Mapolrestabes Semarang. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Empat orang yang dirawat di rumah sakit akibat miras oplosan Etanol di Semarang mulai berangsur pulih. 

"Sempat kepikiran, takut khawatir ikut meninggal. Kapok, nggak mau minum lagi," ungkap korban Syahrul, saat dihadirkan di Mapolrestabes Semarang, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (10/1/2023) . 

Terlihat, pemuda tersebut matanya masih merah. Menurutnya, badannya masih belum pulih secara normal akibat sakit setelah menenggak miras oplosan, dan ditambah mengkonsumsi obat daftar G sebanyak 10 butir. 

"Setelah minum itu saya juga minum (konsumsi) pil koplo Dextro 10 butir. Terus itu sempat gak sadar, tidur terus. Dua hari berikutnya baru kerasa sakit," bebernya.

Meski begitu, Syahrul enggan dibawa ke rumah sakit. Lebih memilih penyembuhan dirumah dengan cara mengkonsumsi air kelapa muda. Selain Syahrul, rekannya bernama Guntur juga enggan dirawat di rumah sakit. 

Sedangkan kejadian ini, ada 10 orang yang pesta miras oplosan, termasuk Syahrul dan Guntur. Kemudian empat orang meninggal, dan empat orang dirawat di rumah sakit.

Miras oplosan ini diracik oleh korban meninggal bernama Andika alias Kimpul, warga Kampung Perbalan, Semarang Utara, Kamis (4/1/2024). 

"Andika pakai HP saya, pesen itu (Etanol 70 persen). Beli tiga botol, satunya Rp 15 ribu. Terus datang (Andika) ke rumah Guntur bawa etanol. Yang ngoplos Andika, saya cuma disuruh ambil air di rumah Guntur," kata korban bernama Dodit.

Setelah itu, ketiganya menenggak miras oplosan teras rumah Guntur. Dodit menyebut, menenggak miras oplosan sejak pukul 15.00.

Setelah itu, datang rekannya lagi, Hendi, Arya dan Depi, sekitar pukul 18.00. Hingga kemudian datang lagi rekan-rekannya dan bersama-sama menenggak miras hingga pukul 23.00. 

"Memang, sering minum disitu. Baru pertama kali ini (oplosan Etanol), biasanya beli gedang klutuk (ciu). Setelah dua hari, perut sakit, mual dan muntah-muntah," jelasnya. 

Dodit mengaku, tidak ikut mengkonsumsi pil koplo, saat ikut menenggak miras oplosan. Selain itu, ia juga mengatakan, racikan oplosan tersebut rencananya akan dijadikan ladang bisnis Andika."Besok beli lagi Dot, tukok ke meneh. Aku meh gawe. Bilangnya gitu," jelasnya. 

Dodit sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit. Matanya juga masih terlihat memerah. Ada empat orang yang dihadirkan dalam kegiatan pres rilis di Mapolrestabes Semarang tersebut. 

Sementara, Wakpolrestabes Semarang, AKBP Wiwit Ariwibisono menjelaskan masih melakukan penyelidikan terkait kejadian ini. Pihaknya juga menyebut, belum ada penetapan tersangka. 

"Apakah ada tersangka. Nanti tentunya ada proses gelar perkara. Nanti siapa, menunggu hasil gelar perkara. Apakah yang meninggal, atau siapa. Nanti nunggu hasil gelar perkara," katanya.

Kepolisian juga telah mengirimkan sampel darah dan muntahan terhadap korban. Namun demikian, masih menunggu hasil dari laboratorium. 

"Nanti tunggu perkembangannya hasil lab. Karena memang belum keluar. Dan ada pertimbangan lagi apakah nanti ada melakukan otopsi terhadap yang meninggal. Ataupun lainnya. Karena nanti akan melalui proses gelar perkara nanti tentunya," tegasnya. (mha/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#semarang #Etanol #Miras oplosan