Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Aktivis Beber Fakta-Fakta Ini Soal Penangkapan Truk Muatan Anjing di Tol Kalikangkung, Sebulan Bisa Angkut 1.500 Anjing

Muhammad Hariyanto • Senin, 8 Januari 2024 | 00:37 WIB
Polisi Amankan Truk Pengangkut 226 Hewan Anjing di Gerbang Tol Kalikangkung, Lima Orang Diperiksa di Polrestabes Semarang. (Istimewa)
Polisi Amankan Truk Pengangkut 226 Hewan Anjing di Gerbang Tol Kalikangkung, Lima Orang Diperiksa di Polrestabes Semarang. (Istimewa)
 
 
RADARSEMARANG.ID, Semarang - Polisi dan aktivis berhasil mengamankan truk berisi 226 anjing yang diduga akan diperjualbelikan untuk konsumsi di pintu tol Kalikangkung Semarang Sabtu (6/1/2024) malam.
 
Pendiri Komunitas Animals Hope Shelter, Christian Jhosua Pale mengatakan, ratusan hewan tersebut di angkut dari wilayah Jawa Barat dan akan dibawa ke daerah Solo Raya.
 
"Jadi trayeknya itu, Jumat (5/1/2024) kemarin itu mereka berangkat dari Sragen menuju menuju Jawa Barat. Daerah pertama yang mereka datangi di Tasikmalaya itu ada 3 tempat, pengepul. Dari 3 itu ada sekitar 20 sampai 30 ekor," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (7/1/2024).
 
 
"Dari Tasikmalaya, mereka pindah menuju ke Garut. Di Garut ada 6 pengepul. Kemudian terakhir di Subang ada 2 pengepul. Dari Sumedang kemudian balik ke Jawa Tengah," sambungnya. 
 
Pihaknya mengaku, masih terus melakukan investigasi terkait hal ini. Pihkanya juga menyebutkan, salah satu nama pengepul besar yang memperjual belikan anjing.
 
Sedangkan dalam pengungkapan ini, ada lima orang yang diamankan oleh Polresta Semarang. 
 
"Itu pengepul besar, yang saya bidik. Kalau lima orang ini (diamankan) kan kroco-kroconya. Dari Sumedang mereka lanjut dibawa ke Solo Raya. Jadi mereka ini pengepul yang terbesarnya. Sementara di Sragen, ada enam pengepul," bebernya. 
 
 
Anjing-anjing tersebut dibeli dari wilayah Jawa Barat. Selain membeli dengan datang langsung ke tempat pengepul, ada juga yang COD di jalan. 
 
"Belinya perorangan, pemain lama, ternak anjing di Jawa Barat. Ada yang COD ada juga yang diantar. Pengepul-pengepul sudah menunggu di pinggir jalan, menggunakan pickup. Jadi mereka di lempar, jadi ada yang mati juga, ada yang ditindih dan diikat," jelasnya. 
 
Lanjutnya membeberkan, kurun waktu satu bulan, satu pengepul atau bandar bisa lima kali melakukan pengangkutan anjing ke Solo Raya. Pihaknya juga menyebut, dalam satu bulan bisa sebanyak 1.250 sampai 1.500 ekor anjing. 
 
"Itu untuk satu bandar. Dari investigasi saya, dalam satu kali perjalanan dalam pengangkutan itu, dia bisa menghasilkan Rp 15 juta. Karena dia beli di pengepul di Jawa Barat, itu seharga Rp 50 ribu, per ekor. Lalu mereka jual di warung warung, per 1 kilogram, Rp 40 ribu. Jadi keuntungan mereka per ekor bisa dapat, Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu," bebernya. 
 
 
Selain itu, pihaknya juga menyebutkan, hewan tersebut awalnya dari Subang mau dibawa ke Solo. Namun, sudah terbongkar dan pindah lagi ke Sukoharjo dan berikutnya ke Sragen. 
 
"Namun terbongkar juga pada 23 Desember 2023  kemarin. Sekarang mereka pindah lagi di suatu tempat. Masih saya rahasiakan, karena saya masih investigasi lagi," terangnya. 
 
Christian menambahkan, telah mengeluarkan surat somasi ke kedua kementrian, yakni menteri kesehatan dan menteri pertanian dan pangan.
 
Alasan dan tujuannya, untuk mendesak supaya diterbitkan undang undang pelarangan konsumsi daging anjing, undang undang setingkat menteri. 
 
"Kendalanya mereka ini pinter bermain, mereka juga diduga menggunakan surat bodong, ada surat keterangan jalan. Ini yang masih saya investigasi, apakah surat jalan ini palsu atau asli," katanya. 
 
 
"Bahkan mereka berani mengeluarkan surat dari UPTD pasar,  mengatakan bahwa anjing itu hewan ternak. Itu kan kebohongan besar. Karena undang undang kita kan jelas, anjing dan kucing kan bukan termasuk hewan ternak. Dan setiap kali perjalanan ini mereka selalu sisipkan premannya," pungkasnya. (mha/bas)
Editor : Baskoro Septiadi
#Aktivis #anjing #Dog Lover #Tol Kalikangkung