Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Bapenda Semarang Akan Kenakan Pajak untuk Pembelian Online, Begini Mekanismenya

Adennyar Wicaksono • Jumat, 5 Januari 2024 | 16:33 WIB

 

Freepik
Freepik
 

RADARSEMARANG.ID, Semarang  Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang bakal menyasar sektor pajak dari pembelian barang lewat e-commerce maupun online.

Apalagi saat ini gaya hidup masyarakat lebih senang membeli online, karena cepat dan praktis.

Kepala Bapenda Kota Semarang Indriyasari mengatakan, pembelian barang melalui online atau e-commerce saat ini sangat tinggi.

Bahkan saat ini banyak aplikator online yang menawarkan pembelian makanan, minuman, tiket hotel, dan lainnya. Sayangnya, pembelian barang lewat e-commerce lepas dari pajak.

“Nanti kami akan gali pendapatan dari pembelian barang melalui online dan akan kita lakukan tahun ini,” katanya di Balai Kota Semarang,Kamis (4/1).

Perempuan yang akrab disapa Iin ini mencontohkan, pembelian makanan melalui online di restoran. Beberapa restoran sudah menerapkan harga tercantum di aplikasi termasuk pajak.

Namun, diakuinya, meski sudah tersedia electronic tax (e-tax) di restoran maupun hotel, pembelian barang secara takeaway melalui online atau e-commerce belum termasuk pajak.

“Kami harap resto dan hotel memasang harga yang tercantum (di aplikasi) sudah termasuk pajak daerah sehingga tidak akan lepas,” tambahnya.

Bapenda, kata dia, tidak bisa menyentuh aplikator. Namun pihaknya bisa mengatur mitra yang menjadi objek pajak pemerintah daerah agar memasukkan pajak dalam harga yang dicantumkan. 

Sementara itu, tahun ini target pajak daerah sebesar Rp 2,38 triliun. “Dengan adanya perda baru yakni Perda 10/2023 tentang pajak daerah dan retribusi, perda baru ini membuka peluang potensi-potensi baru dalam penarikan pajak tentu bisa kita perdalam dan bisa kami gali lagi,” bebernya.

Sementara, dari sisi retribusi, Iin menambahkan, akan dilakukan optimalisasi penggunaan aset. Ada banyak aset pemkot yang tersebar di kecamatan dan kelurahan.

“Nantinya penggunaannya akan kita optimalkan, secara bertahap tapi kami pastikan setiap aset ada nilainya,” jelasnya. (den/ton)

Editor : Baskoro Septiadi
#e-commerce #Bapenda #ONLINE