RADARSEMARANG.ID, Semarang - Masyarakat yang menggunakan jaringan seluler Indosat, Senin (1/1/2023) mengeluhkan hilangnya sinyal.
Hal ini diakibatkan karena Kantor PT Indosat Tbk. (ISAT) di Banyumanik, Semarang kebakaran.
Tepatnya pukul 09.55 pagi. Hilangnya sinyal itu sempat membuat masyarakat heboh. Mereka mengeluhkan tanda sinyal di smartphone.
Asroi, warga Semarang Timur ini mengaku bingung sinyal di hanphonenya tiba-tiba hilang. Pria 24 tahun ini bahkan sampai merestart handphone.
Pikirnya sinyalnya bisa kembali tapi ternyata tidak. Untuk mengerjakan tugas ia bahkan sampai pergi ke kos temannya mencari wifi.
"Kaget tiba-tiba sinyal hilang di restart tetep nggak bisa. Padahal baru ngerjain tugas akhirnya numpang di kos teman buat cari wifi," akunya.
Sementara SVP Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison Steve Saerang membenarkan bahwa saat ini sedang ada gangguan jaringan seluler Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) di sebagian wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.
Sejak pukul 09.45 WIB pagi ini, kata dia sebagian pelanggan IM3 dan Tri di wilayah di atas mengalami kendala telekomunikasi.
"Kami sedang dalam proses percepatan penanganan gangguan tersebut dan hasilnya akan kami infokan segera," ungkapnya.
Lebih lanjut pihaknya menyebut sejak pukul 11.50 WIB siang ini layanan seluler Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) di sebagian wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta sudah kembali normal.
"Kami mengimbau kepada pelanggan yang masih mengalami kendala untuk mencoba kembali secara berkala, dan segera menghubungi pusat pelayanan pelanggan IM3 dan Tri jika kendala masih terjadi," imbuhnya.
Ia menambahkan kendala jaringan disebabkan oleh kejadian kebakaran di gedung perangkat Semarang.
Namun langsung ditindaklanjuti dengan tindakan pencegahan dan penanganan untuk memastikan keamanan perangkat dan personil yang bertugas.
"Kami memohon maaf atas dampak kendala jaringan yang terjadi di sebagian wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta hari ini. Kami terus melakukan koordinasi secara intensif untuk mengidentifikasi penyebab insiden dan langkah pencegahan ke depannya," tandasnya. (kap/bas)
Editor : Baskoro Septiadi