RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pelaku perusakan 11 mobil di Kantor KPU Kota Semarang Gedung Pandanaran akhirnya berhasil diringkus. Selain di Kantor KPU, pelaku juga melakukan perusakan yang sama di wilayah Semarang Utara.
Terduga pelaku yang diamankan adalah Qodriyatul Maula, 33. Berhasil diamankan dirumahnya di Jalan Erowati Utara, Semarang Utara, Senin (11/12) sekitar pukul 09.00.
Selanjutnya, perempuan tersebut digelandang ke Mapolrestabes Semarang guna dilakukan pemeriksaan oleh Unit PPA Satreskrim Polrestabes Semarang.
"Sesuai dengan peristiwa yang terjadi di perkantoran KPU, hari ini, mengamankan pelaku terduga pengrusakan kurang lebih 11 unit kendaraan. Selanjutnya kami akan melakukan pemeriksaan terhadap pelaku untuk mengetahui motif apa yang mendasari pelaku melakukan hal ini," ungkap Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (11/12) kemarin.
Kapolrestabes juga menyampaikan, akan berkoordinasi dengan rumah sakit terkait pemeriksaan terhadap kejiwaan pelaku.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, pihaknya juga mengatakan, pelaku mengalami gangguan kejiwaan.
"Dari keluarga menyampaikan bahwa pelaku memang mempunyai riwayat kesehatan kejiwaan. Kemudian dibuktikan ada surat keterangan juga dari rumah sakit Kariadi. Oleh karena itu untuk memastikan hal ini, kami akan menuangkan dalam berita acara pemeriksaan," bebernya.
11 mobil yang dirusak adalah Toyota avanza bernopol 1876 HY, plat hitam. Rusak goresan bagian kap mesin dan body samping sebelah kiri.
Toyota Avanza 1684 HY, plat hitam, milik anggota KPU, mengalami goresan pada bagian kap mesin dan body sebelah kanan. Toyota Innova plat hitam H 1154 ZA, milik ketua KPU, mengalami goresan pada bagian mesin.
Toyota Innova plat hitam Pol H 9526 TH, milik sekretaris KPU, mengalami goresan pada kap mesin. Toyota Avanza plat mereh, H 9527 TH, sekretaris KPU, mengalami goresan pada bagian mesin. Toyota Avanza plat hitam Nopol B 2509 UIE, mengalami goresan di pintu depan kiri. Toyota Avanza plat hitam Nopol H 2431 UIE, mengalami goresan di pintu belakang sebelah kanan.
Toyota Avanza plat hitam nopol H 1832 HY, mengalami goresan di Kap Mesin. Toyota Rush plat merah nopol H 1046 XA, mengalami goresan di pintu depan kanan.
Toyota Avanza plat merah, H 1776 XA, mengalami goresan di Kap Mesin. Honda Jazz plat hitam H 1321 DG, milik Kesbangpol, mengalami goresan di Sisi Kanan.
Perusakan ini terjadi di halaman parkir Kantor KPU Kota Semarang, pada Sabtu (9/12). Pelaku melakukan perusakan menggunakan kunci-kunci, termasuk kunci kamar yang dibendel menjadi satu.
Penangkapan ini setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan adanya pelaporan tersebut.
Selain di Kantor KPU, pelaku juga melakukan perbuatan sama di wilayah Semarang Utara. Setidaknya adanya tiga mobil yang milik warga yang menjadi sasaran perusakan, berlokasi di Jalan Sentiaki dan Jalan Anggraini.
"Ada tiga TKP, tiga mobil. Karena mengetahui yang melakukan perusakan kejiwaannya seperti itu ya tidak melapor," kata anggota Polsek Semarang Utara, Aiptu Agus Suprianto.
Saat diamankan petugas, pelaku menggunakan kostum yang sama ketika melakukan pengrusakan.
Meski petugas sudah menunjukkan aksinya yang terekam oleh kamera pengawas, namun pelaku tidak mengakui perbuatannya. Malahan, perempuan ini memberikan komentar yang tak jelas kepada pihak polisi.
"Dia ada masalah di pikirannya. Jadi kalau dia halu, entah kejiawaannya terganggu, kalau pas keadaanya baik-baik saja diajak ngobrol nyambung. Tapi kalau kondisi halunya jalan, histeris, marah marah, ya seperti itu," kata kakak ipar pelaku, Fauzi.
"Dia pendendam, dendamnya itu pikirannya acak gitu, tiba-tiba bawa sesuatu tiba-tiba nyoret-nyoret, termasuk ada mobil warga yang dicorat-coret dia. Malah saya gak tau kejadian yang diluar sampai rame itu saya gak tau," sambungnya.
Pihak keluarga juga telah melakukan upaya pemeriksaan ke rumah sakit jiwa di Pedurungan. Awalnya, yang bersangkutan sering terlihat marah dengan persoalan yang tidak jelas. Selain itu juga membanting barang berkakas rumah. Kemudian, dilakukan rawat jalan.
"Saat terdeteksi seperti itu, pernah kami bawa ke pondok juga daerah Borobudur. Disana hampir satu tahun, dirukyah dan lain sebagainya. Dimedis juga di Kariadi juga," pungkasnya. (mha/bas)
Editor : Baskoro Septiadi