RADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Kasus pembuangan bayi di bawah jembatan, tepi aliran sungai Kampung Jatirejo, Gunungpati akhirnya terungkap. Pelaku adalah ibu kandung bayi.
Alasan pembuangan lantaran malu akibat hasil hubungan di luar nikah.
"Sekarang ini (pelaku) masih berada di rumah sakit, masih dalam perawatan, karena ada pendarahan pascamelahirkan," ungkap Kanitreskrim Polsek Gunungpati Iptu Endro Soegijarto Jumat (8/13).
Baca Juga: Bayi yang Dibuang di Gunungpati Semarang Dipindahkan ke RSUD KRMT Wongsonegoro
Pelaku diketahui berinisial AFA, 20, warga sekitar lokasi kejadian. Ia berhasil diamankan dalam pelariannya di daerah Bergas, Kabupaten Semarang Kamis (7/12).
Pengungkapan ini setelah kepolisian melakukan serangkaian penyelidikan. Hingga akhirnya didapatkan informasi keberadaan pelaku di wilayah Kabupaten Semarang.
"Hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku membuang bayinya karena malu hubungan di luar nikah dengan pacarnya. Dia ini pacaran dengan pria warga Ungaran, sempat hubungan badan pada Januari, Februari, Maret," bebernya.
Pihak orangtua korban juga tidak mengetahui kehamilan pelaku. Sebab, selama ini pelaku tinggal bersama kakek dan neneknya, tidak jauh dari lokasi temuan bayi, di bawah jembatan dekat Makam Kyai Potro Wongso Sentono, Jatirejo, Gunungpati.
Bayi tersebut ditemukan oleh petani sekitar yang mencari pakan ternak kambing, pada Rabu (6/12) sekitar pukul 05.30 WIB.
"Itu begitu lahir, seketika itu langsung dibuang," jelasnya.
Sampai sekarang ini, kasus ini masih dalam penanganan Polsek Gunungpati. Endro juga mengatakan, belum bisa memberikan keterangan lebih detail lantaran pelaku masih menjalani perawatan di rumah sakit.
"Nanti kita mintai keterangan untuk BAP. Prosesnya sementara biar sehat dulu," jelasnya.
Warga Jatirejo, Kecamatan Gunungpati digegerkan adanya temuan bayi dibawah jembatan, persisnya dekat Makam Kyai Potro Wongso Sentono Rabu (6/12) pagi.
Bayi mungil perempuan belum berdosa ini diduga sengaja dibuang orang tuanya.
Baca Juga: Geger! Bayi Cantik Dibuang di Depan Warung Milik Warga Polosiri Bawen
Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi terbungkus selimut, di tepi aliran sungai bawah jembatan, kurang lebih setinggi tiga sampai empat meter.
Orang yang pertama kali menemukan adalah Samusi, 62, petani warga sekitar yang sedang mencari pakan ternak. (mha/ton)
Editor : Tasropi