RADARSEMARANG.ID, Semarang - Warga Jatirejo, Kecamatan Gunungpati digegerkan adanya temuan bayi dibawah jembatan, persisnya dekat Makam Kyai Potro Wongso Sentono, Rabu (6/12/2023) sekitar pukul 05.00. Bayi mungil perempuan belum berdosa ini diduga sengaja dibuang orang tuanya.
Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi terbungkus selimut, di tepi aliran sungai bawah jembatan kurang lebih setinggi tiga sampai empat meter.
Kali pertama yang menemukan adalah Samusi, 62, petani warga sekitar yang sedang mencari pakan ternak.
"Iya, temuan tadi pagi. Awalnya saksi mencari ramban (pakan ternak) di lokasi kejadian. Kemudian mendengar ada suara tangisan gitu. Awalnya dikira anak kambingnya, kan dekat kandang kambing yang menemukan," ungkap Kapolsek Gunungpati, Kompol Muhammad Nurkholis kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (6/12) kemarin.
Merasa penasaran, kemudian Samusi mencari sumber suara tersebut. Hingga akhirnya melihat bungkusan dan suara tangisan yang ternyata bayi perempuan.
Kemudian, temuan ini disampaikan Tumiyatun, 58, yang kebetulan tidak jauh dari lokasi penemuan.
"Kemudian bayi ini dibersihkan, lalu dibawa ke Puskesmas. Bayi dalam kondisi sehat. Jenis kelamin perempuan, berat badan kurang lebih 2,4 kilogram, panjang 45 sentimeter. Saat ditemukan, tali pusar masih menempel," bebernya.
Pihak Polsek Gunungpati yang mendapat laporan temuan ini juga telah mendatangi lokasi melakukan olah TKP.
Selain itu juga telah mendatangi puskesmas terkait, untuk melakukan pengecekan bayi tersebut. Sekarang ini, kondisi bayi masih dalam perawatan intensif oleh bidan dan puskesmas Gunungpati.
Kapolsek menegaskan, temuan kejadian ini masih terus dilakukan penyelidikan pihak kepolisian. Pihaknya menduga, bayi malang tersebut diduga sengaja di buang oleh orang tuanya.
"Ya dugaannya seperti itu, diduga dibuang. Ini masih dalam penyelidikan. Hasil olah TKP ditemukan satu sendal jepit (bukan sepasang). Diduga milik pelaku, mungkin tergesa-gesa, dan ketinggalan. Ini masih kita cari pelakunya," pungkasnya. (mha/bas)
Editor : Baskoro Septiadi