RADARSEMARANG.ID, Semarang - Hujan deras disertai angin kencang di Kota Semarang, Senin (27/11) malam mengakibatkan beberapa wilayah kebanjiran.
Salah satunya di SD Negeri Muktiharjo Lor yang tergenang banjir saat Penilaian Akhir Semester (PAS).
Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, tiga ruang kelas tergenang banjir parah, akibat semburan air dari bawah dan limpasan dari Jalan Muktiharjo Raya yang tergenang air setinggi 30 - 70 sentimeter.
Kepala SD Negeri Muktiharjo Lor, Ngatijan, menjelaskan banjir dari limpasan ini terjadi pada pelaksanaan Penilaian Akhir Semester I di hari kedua.
"Banjir ini terjadi setiap tahun, sehingga kami tidak heran lagi dan selalu waspada," katanya.
Beberapa ruang kelas terendam dengan ketinggian mencapai 15 sentimeter di sebelah Selatan, seperti Kelas 5C, Kelas 3B, Kelas 3A, Kelas 5A, dan Kelas 5B.
Sementara, masih satu deret, ruang UKS dan ruang administrasi tidak ada genangan. "Airnya dari bawah malah naik," katanya.
Kendati demikian, kelas 1, Kelas 2A dan Kelas 2B dan Kelas 6 tidak ada masalah. Termasuk kantor guru, ruang komputer dan kantor kepala sekolah.
"Alhamdulillah tidak ada masalah karena sudah ditinggikan 2022 lalu," katanya.
Terlihat, ratusan siswa sambil nangkring dan mencincing celana atau roknya tetap bersemangat mengerjakan PAS. "Kami berusaha akan ditinggikan yang dianggarkan di Arkas dan BOS yang ditinggikan sebelah selatan ini," katanya.
Diakuinya, jika ada banjir seperti ini, pihak sekolah memberikan kelonggaran izin kepada siswanya. Namun, saat PAS kali ini, pihak sekolah menganjurkan para siswanya untuk berangkat.
"Saat ini ada 85 persen dari 414 siswa yang berangkat, selain 21 guru dan karyawan yang ada di SD Negeri Muktiharjo Lor," ujarnya.
Salah seorang siswa Kelas 6, Janet sambil menggendong tas dan menjinjing sepatu yang dimasukkan ke dalam plastik terlihat tertatih-tatih berjalan kaki melewati Jalan Muktiharjo Raya saat berangkat sekolah.
"Kalau musim hujan ya gini, mas, biasanya libur. Tapi, ini lagi semesteran og, harus berangkat supaya mendapat nilai," jelasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Jawa Pos Radar Semarang dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, hujan dengan intensitas deras pada Senin (27/11) pukul 19.30 hingga Selasa (28/11) dini hari mengakibatkan beberapa dampak.
Seperti di Jalan Padang Sarpo Raya Kelurahan Tlogosari Kulon ketinggian genangan air sekitar 40 - 60 sentimeter.
Di Jalan Muktiharjo Raya ketinggian genangan air sekitar 30 - 70 sentimeter. Jalan Dongbiru Kelurahan Genuksari ketinggian genangan air sekitar 30 - 40 sentimeter.
Di Jalan Gebanganom Raya Kelurahan Gebangsari, Kecamatan Genuk, ketinggian genangan air mencapai 50 sentimeter.
Jalan Padi Raya Kelurahan Gebangsari, Kecamatan Genuk ketinggian genangan air sekitar 30 - 40 sentimeter.
Di Jalan Kaligawe Raya bawah jembatan tol ketinggian genangan air 50 - 60 sentimeter. Jalan Kaligawe Raya depan RSI Sultan Agung ketinggian air sekitar 60 sentimeter.
"Tindakan yang dilakukan yakni mendatangi lokasi kejadian, koordinasi dengan instansi terkait, melakukan assesmen atau dokumentasi dan membuat laporan," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Semarang, Bambang Haryanto didampingi Kepala BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martantono. (fgr/bas)
Editor : Baskoro Septiadi