RADARSEMARANG.ID, - Kota Semarang yang merupakan Ibu Kota Jawa Tengah, yang memiliki daya tarik sebagai destinasi wisata yang menarik.
Selain itu, kota Semarang juga terkenal sebagai kota yang maju dan berkembang dalam bidang perdagangan.
Tidak mengherankan seperti di kota besar lainnya, kota Semarang juga terdapat banyak hotel, mulai dari hotel bintang lima hingga bintang tujuh.
Namun, seiring berjalannya waktu, beberapa hotel yang dulunya sangat terkenal, kini hanya menjadi kenangan.
Beberapa di antaranya mengalami kebangkrutan karena berbagai alasan, mulai dari kasus kriminal, hingga insiden bunuh diri yang terjadi di dalam hotel, yang membuat orang enggan untuk menginap di sana lagi.
Setelah dibiarkan terbengkalai selama bertahun-tahun, hotel-hotel tersebut kini telah berubah menjadi tempat yang menakutkan dan mengerikan.
Berikut ini 3 bangunan bekas hotel di kota Semarang yang telah berubah tersebut;
1. Hotel Siranda
Terletak di tengah kota Semarang, hanya beberapa ratus meter dari Simpang Lima yang menjadi ikon kota Semarang.
Hotel Siranda yang didirikan pada tahun 1979, telah berhenti beroperasi sekitar tahun 90an, berlokasi di Jalan Diponegoro, Semarang.
Ada banyak kontroversi mengenai penyebab kebangkrutan hotel yang dulunya menjadi tempat menginap favorit di Semarang ini.
Salah satu isu yang sering muncul adalah kasus bunuh diri seorang wanita cantik di salah satu kamar hotel tersebut.
Setelah peristiwa tersebut, arwah wanita yang melakukan bunuh diri itu terus menghantui, dan mengganggu para tamu yang menginap.
Kejadian tersebut menyebabkan jumlah kunjungan tamu menurun secara drastis, sehingga akhirnya pihak pengelola terpaksa harus menutup hotel.
Setelah ditutup dan ditinggalkan kosong, hotel yang terletak di seberang Mapolda Jateng itu telah berubah menjadi tempat yang menyeramkan.
Banyak penduduk sekitar dan orang yang kebetulan melintas mengaku sering kali menyaksikan kehadiran kuntilanak dan pocong di area hotel ini.
Kabarnya, tempat tersebut dianggap sebagai tempat tinggal para pocong yang menyeramkan!
2. Hotel Sky Garden
Terletak di daerah Gombel yang selama ini dikenal sebagai salah satu tempat yang kurang diminati di kota Semarang.
Hotel Sky Garden dulunya menjadi tempat menginap yang populer karena lokasinya yang berada di atas bukit.
Namun, pada tahun 1982, pemilik hotel tiba-tiba menutup operasional hotelnya tanpa memberikan alasan yang jelas.
Hotel Sky Garden yang telah terbengkalai selama puluhan tahun, lokasinya dikeliling tanaman liar yang lebat menjadikan suasana hotel ini semakin horor.
Seringkali warga sekitar melihat kuntilanak, genderuwo, pocong, dan tentu saja wewe gombel di sekitar bangunan Hotel Sky Garden.
3. Hotel Dibya Puri
Merupakan bangunan kuno yang dibangun oleh Belanda pada tahun 1847, yang memiliki keindahan megah dan elegan.
Sehingga menjadi tempat menginap favorit bagi para meneer Belanda dan tokoh Indonesia, termasuk RA Kartini yang pernah memuji keindahan bangunan setelah menginap di hotel tersebut.
Namun, Hotel yang terletak dekat dengan pasar Johar itu berhenti beroperasi pada 2008, setelah kehadiran hotel-hotel baru yang bermunculan dan bersaing.
Sejak saat itu, bangunan hotel tersebut dibiarkan kosong, sehingga membuat suasana mencekam dan menyeramkan mulai menyelimuti hotel tersebut.
Banyak orang yang kebetulan melintas pada malam hari sering kali mengaku melihat kehadiran makhluk gaib di dalam maupun di luar bangunan hotel tersebut.
Kabarnya, terdapat sebuah kamar di hotel tersebut yang sampai sekarang tidak boleh dibuka, dan masih menjadi misteri. (*/bas)
Editor : Baskoro Septiadi