Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Soal Rencana Peremajaan BRT Trans Semarang, Begini Jawaban Wali Kota Semarang

Adennyar Wicaksono • Jumat, 17 November 2023 | 21:51 WIB
Pemerintah Kota Semarang, bakal mengkaji armada Trans Semarang. ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG
Pemerintah Kota Semarang, bakal mengkaji armada Trans Semarang. ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, bakal melakukan peremajaan armada badan layanan umum daerah (BLUD) Trans Semarang pada tahun 2024 mendatang.

Rencananya, akan dilakukan beberapa kajian yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan jika rencana peremajaan armada Trans Semarang ini akan melewati beberapa kajian, misalnya trase, komposisi bus, dan kapasitas bus itu dari berbagai koridor yang dimiliki.

“Nanti akan ada kajian dulu, karena jam-jam tertentu ada armada yang kosong ini kan nggak efektif. Jadi saya minta dikaji dulu,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (17/11).

Kajian, kata Mbak Ita sapaannya, harus dilakukan di semua koridor termasuk bus mana yang harus diremajakan.

Menurutnya beberapa koridor memang perlu dikaji terkait penggunaan bus medium, dan perlu diganti menggunakan armada yang lebih kecil karena okupansi tidak maksimal.

“Kalau koridor yang sepi, mungkin pakai feeder kan malah lebih efisien. Kalau bus tetap riwa-riwi tapi nggak ada penumpang kan eman juga. Okupansi management penumpang juga saya minta untuk dihitung,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BLUD Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, menjelaskan dalam waktu dekat pihaknya akan bertemu dengan konsultan untuk melakukan kajian.

Haris sapannya mencontohkan, beberapa yang perlu dikaji adalah bus medium yang diganti dengan micro bus, seperti armada feeder.

“Nanti akan dihitung biaya operasional kendaraan (BOK)nya, dulu, termasuk pengaruhnya ke konsumsi bbm atau operasional dan lainnya,” tuturnya.

Haris menjelaskan, khusus BOK operasional ada beberapa item yang perlu dilakukan kajian. Salah satunya adalah kepemilikan aset.

Artinya jika peremajaan dilakukan Pemkot dalam arti menggunakan dana APBD, BOK akan semakin rendah.

“Kalau peremajaan dilakukan pihak ketiga tentu lebih tinggi BOK-nya karena ada perhitungan investasi,” bebernya.

Menurut dia, salah satu koridor yang akan dilakukan kajian ulang adalah koridor 7 dengan rute Balai Kota-Terboyo.

Selain itu, tahun depan, pihaknya akan akan menambah satu koridor tambahan yang juga akan dikaji pada tahun 2024 ini.

“Dari hasil banggar kemarin, koridor 7 harus dievaluasi. Nah kita juga akan menambah satu koridor lagi dengan konsep sub feeder,” pungkasnya. (den/bas)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#BRT #trans semarang #Wali Kota Semarang