Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

7.000 Ton Beras dari Kamboja Bakal Masuk ke Jateng

Muhammad Hariyanto • Jumat, 3 November 2023 | 18:13 WIB
Petugas sedang memindahkan beras impor dari Kamboja ke dalam gudang Bulog Semarang Kamis (2/11).
Petugas sedang memindahkan beras impor dari Kamboja ke dalam gudang Bulog Semarang Kamis (2/11).

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sebanyak 3.500 ton beras impor asal negara Kamboja masuk ke Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Kamis (2/11).

Sesuai rencana, jumlah total yang nantinya masuk ke gudang Bulog Semarang ada 7.000 ton.

Kepala Bulog Jateng Ahmad Kholisun menyebut, impor beras dari Kamboja secara nasional hanya 10.000 ton. Sedangkan yang masuk ke pelabuhan Sumatera Utara sebanyak 3.000 ton.

"Yang 7.000 masuk Tanjung Emas untuk Jawa tengah, yang 3.500 sedang proses bongkar, yang 3.500 sudah otw (on the way, red) dari Kamboja ke Semarang," ungkapnya Kamis (2/11).

Beras impor ini akan digunakan untuk bantuan pangan, Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Wilayah di eks keresidenan Pekalongan menjadi daerah dengan penerima bantuan pangan terbanyak dari pemerintah.

"Disalurkan ke seluruh Jawa Tengah hampir merata, Bulog Jateng ada 4 cabang, cabang Semarang, Surakarta, Pati, Pekalongan. Bantuan pangan tertinggi di eks Keresidenan Pekalongan," imbuhnya. 

Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo menjelaskan beras impor Kamboja akan masuk sebanyak 10.000 ton.

Beras ini bagian dari sisa kuota 2 juta ton beras impor yang ditugaskan pemerintah kepada Bulog.

"Ini pertama kali Kamboja mengirimkan berasnya sejak MoU 11 tahun yang lalu. Berasnya bisa masuk dan sangat baik (kualitasnya). Yang dua juta akan masuk sampai dengan November ini," katanya saat meninjau bongkar muat beras asal Kamboja di Gudang Bulog Semarang.

Baca Juga: Update Bursa Transfer Liga 1 2023/2024, Menunggu Gebrakan Persija

Impor beras sebanyak dua juta ton ini digunakan untuk menambal cadangan beras nasional. Sebab, Presiden Joko Widodo memerintahkan Bulog harus memiliki cadangan beras di atas satu juta ton. (mha/ton)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#beras impor #BERAS #bulog