Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Penampakan Menara Syahbandar Bandarharjo setelah Direvitalisasi, Jadi Heritage Baru Kota Lama Semarang

Muhammad Hariyanto • Jumat, 27 Oktober 2023 | 17:23 WIB
Menara syahbandar Sleko yang sudah direnovasi selama 10 bulan dan diresmikan Kamis (26/10). NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG
Menara syahbandar Sleko yang sudah direnovasi selama 10 bulan dan diresmikan Kamis (26/10). NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Cagar budaya Menara Syahbandar yang berlokasi di Sleko, Bandarharjo, Semarang Utara direvitalisasi.

Menara ini diharapkan menjadi destinasi wisata baru di kawasan Kota Lama Semarang dan Kota Semarang Lama. 

"Tentunya kami juga berkomitmen bagaimana wilayah Sleko ini juga semakin lebih cantik," ungkap Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat meresmikan pemugaran cagar budaya Menara Syahbandar pada Kamis (26/10). 

 Baca Juga: Bekali Sejarah Kota Lama, Riset sampai ke Belanda

Revitalisasi menara syahbandar nantinya dapat terhubung dengan Kampung Melayu. Mbak Ita, sapaannya, juga berencana membuka kembali jalur transportasi sungai. Tujuannya untuk meningkatkan pariwisata air di kawasan tersebut. 

"Sehingga nanti akan kelihatan wilayah ini akan kelihatan sungainya. Karena zaman dulu ini dulunya adalah pertautan antara kawasan Semarang lama. Menara pertama di Kota Semarang ini, dulunya untuk mengintip kapal-kapal yang berlalu lalang di Kota Lama, dari wilayah Tanjung Emas," bebernya.

Pemkot Semarang akan mendukung penambahan sarana dan prasarana di tempat tersebut. Menurutnya, di dalam kawasan tersebut nantinya akan menjadi tempat kantong parkir. Termasuk juga sebagai pusat kuliner. 

"Karena kami selama ini agak kesusahan parkir. Nah kami harapkan kami Dishub akan lebih tegas. Parkir tidak di wilayah-wilayah Kota Lama," katanya. 

 Baca Juga: Libur Panjang, Pengunjung Wisata Kota Lama Melonjak 100 Persen

Selain itu, Mbak Ita juga memiliki ada rencana untuk revitalisasi di kawasan Pecinan. Sehingga kawasan heritage dari Kampung Melayu, Pecinan, dan Kota Lama bisa terhubung. 

"Kita harapkan dengan seperti ini akan bisa pemanfaatannya bisa memberikan kesehatan kepada masyarakat kita," jelasnya. 

Lokasi bangunan tersebut juga berada di atasnya lahan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk, dengan luasan 7800 meter persegi. Bangunan ini dibuat pada tahun 1850 dan total luas bangunan sekitar 538 meter persegi. 

Direktur Utama PGN Arief Setiawan Handoko menjelaskan, PGN memulai pemugaran sejak Desember 2022 dan dilaksanakan selama kurang lebih 10 bulan.

Pemugaran ini  juga mengacu pada UU RI Nomor 11 tahun 2010 dan Perda Kota Semarang Nomor 2 tahun 2020 sebagai bentuk konservasi cagar budaya.

"Dengan tampilan yang baru, tidak mengubah nilai sejarah Menara Syahbandar. Pemugaran dilakukan dengan tetap memelihara sebagian kondisi lama dan beberapa bagian dilakukan rekonstruksi baru supaya kelestarian dan keutuhannya terjaga," katanya. (mha/ton)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#WISATA #Wali Kota Semarang #Kota Lama Semarang #destinasi #menara syahbandar