RADARSEMARANG.ID, Semarang – Ratusan mahasiswa menggeruduk Kantor DPRD Jawa Tengah Rabu (25/10).
Mereka yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sipil Jawa Tengah menyampaikan evaluasi kinerja Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) selama sembilan tahun.
Aksi bertajuk “Jokowi Gagal! Kembalikan Kedaulatan Kepada Rakyat” ini dimulai sekitar pukul 14.40 WIB. Massa aksi membawa banner bertuliskan tuntutan agar aspirasinya diterima. Awalnya aksi berjalan tertib.
Namun di tengah menyampaikan orasi, demonstrasi ini sempat memanas. Diwarnai aksi saling dorong dengan petugas kepolisian yang berjaga. Lalu diakhiri dengan aksi membakar ban bekas.
Mahasiswa yang memaksa masuk gerbang dihadang oleh aparat kepolisian. Karena itu sempat terjadi dorong-dorongan antara mahasiswa dan polisi.
“Kali ini kita masyarakat Sipil Jawa Tengah melakukan aksi evaluasi 9 tahun Joko Widodo,” ungkap Kordinator lapangan aksi dari Universitas Diponegoro Semarang Aufa Adha Ariq di sela-sela aksi.
Menurutnya Presiden Jokowi telah memimpin selama sembilan tahun dan masih banyak hal yang harus diselesaikan. Pihaknya membawa 35 tuntutan yang kemudian dikerucutkan menjadi 5 tuntutan utama.
“Fokus utama kita adalah perbaikan aparat penegak hukum untuk kemudian kita fokus kepada pendidikan,” imbuhnya.
Sementara berkaitan dengan isu strategis di Jateng, para mahasiswa ini menginginkan permasalahan pembangunan dan iklim ekologi ditingkatkan.
“Masalah Desa Wadas, lalu banjir, dan permasalahan lain di Jateng itu harapannya segera diselesaikan,” akunya.
Salah satu peserta Azkal menyebut partisipasinya dalam aksi demo sebagai bentuk rasa kesatuan dan saling memberikan semangat pada peserta lain.
Tak hanya itu, pihaknya berharap di era sembilan tahun kepemimpinan Jokowi ini Indonesia semakin maju.
Masing-masing kepala daerah bergotong royong. Sehingga ketika sudah 2045 dengan umur Indonesia menjadi 100 tahun, Tanah Air ini bisa maju. (kap/ton)
Editor : Baskoro Septiadi