Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Dinkes Semarang Temukan 445 Kasus Pelajar Depresi, 2 di Antaranya Coba Bunuh Diri

Adennyar Wicaksono • Rabu, 25 Oktober 2023 | 16:53 WIB

 

 

Depresi
Depresi

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) gencar melakukan skrining kesehatan mental yang menyasar pelajar.

Kegiatan ini dilaksanakan lewat program Pelayanan dan Edukasi Terpadu Pelajar Kota Semarang (Piterpan).

Kepala Dinkes Kota Semarang M. Abdul Hakam menjelaskan, saat ini banyak kasus depresi yang ditemui berdasarkan skrining pada pelajar.

“Kita masuk ke sekolah, mulai dari SD, SMP, bahkan SMA untuk melakukan skrining,” katanya Senin (24/10).

Dari data hingga 10 Oktober 2023, kasus kesehatan mental tercatat 935 kasus. Kasus kesehatan mental didominasi gangguan depresi sebanyak 445 kasus. Dinkes juga mencatat ada dua percobaan bunuh diri.

“Angka ini kita dapat dari skrining kesehatan mental pada anak usia 4 - 18 tahun dan dewasa di atas 18 tahun dengan menggunakan SDQ,” jelasnya.

Menurutnya, wilayah Puskesmas Mijen menyumbang 61 kasus. Disusul, wilayah Puskesmas Rowosari dan Puskesmas Srondol masing-masing 36 kasus.

Kemudian, Puskesmas Padangsari 30 kasus, Puskesmas Halmahera dan Puskesmas Tlogosari masing-masing 24 kasus.

Puskesmas Ngesrep menyumbang 22 kasus. Puskesmas lainnya masing-masing menyumbang kurang dari 20 kasus.

“Kita juga bekali kader untuk tahu cirinya, misalnya yang suka menyendiri dengan gadget ini cenderung terbawa ke sana. Kita juga siapkan puskesmas menjadi tempat konsultasi,” tambahnya.

Upaya lainnya adalah dengan menjadwalkan Posbindu rutin di tiap kelurahan dengan pemeriksaan antropometri, tekanan darah, gula darah, kesehatan jiwa, dan indera penglihatan/pendengaran.

Selain itu, Dinkes mengajak dan mengedukasi kader untuk aktif memantau warga yang membutuhkan perawatan jiwa.

“Kita bentuk Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) Kota Semarang, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader kesehatan melalui pelatihan ataupun workshop dengan menghadirkan praktisi psikolog dan psikiater,” tambahnya.

Belum lama ini,  Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengaku prihatin dengan dua kasus bunuh diri mahasiswi yang terjadi beberapa hari terakhir.

Mbak Ita  menjelaskan, peran keluarga dan lingkungan sangat berpengaruh pada perkembangan generasi muda dalam menyikapi persoalan pribadinya.

Bahkan dua kasus yang terjadi terakhir, sengaja meninggalkan surat wasiat kepada teman dan orang terkasih.

"Ini kan bukti kalau mereka punya masalah keluarga, ataupun pribadi dan lingkungan. Jadi orang tua, tetap harus memantau perkembangan buah hati mereka meskipun sudah dewasa," katanya. (den/ton)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#kesehatan mental #DINKES #Depresi #Remaja #BUNUH DIRI