RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kasus dugaan bunuh diri yang dilakukan seorang mahasiswi Unnes dengan cara melompat dari atas gedung Mall Paragon, Selasa petang, (10/10/2023) sebenarnya bukanlah kasus pertama bunuh diri, dengan cara melompat dari atas gedung pusat perbelanjaan.
Pada tahun 2005, tepatnya pada bulan April 2005, warga kota Semarang digegerkan dengan aksi nekad seorang pria, yang mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari lantai 7 Mall Matahari.
Dalam peristiwa itu, korban yang belum diketahui identitasnya meninggal dunia, karena luka parah yang dideritanya.
Tak hanya itu, aksi bunuh diri tersebut, juga menyebabkan seorang pengunjung Mall terluka parah.
Karena saat terjun dari lantai 7, tubuh korban mengenai salah seorang pengunjung yang kebetulan tengah berjalan tepat di lokasi jatuhnya pria yang nekad bunuh diri itu.
Pada waktu itu, kasus bunuh diri di Mall Matahari, menjadi topik perbincangan hangat warga kota Semarang. Polisi sendiri tak menemukan identitas pada diri korban.
Polisi hanya mendapat keterangan dari para saksi, sebelum bunuh diri, korban terlihat mondar mandir didepan Mall.
Sebelumnya diberitakan, pengunjung Mall Paragon, yang berlokasi di Jalan Pemuda gempar, dengan aksi nekad seorang perempuan perempuan yang belakangan diketahui bernama NJW.
Belakangan diketahui, NJW tercatat sebagai mahasiswi Universitas Negeri Semarang (Unnes), yang tinggal di Jalan Candi Penataran, Kalipancur, Ngaliyan.
Meski, Polisi belum menyimpulkan motif dibalik kasus bunuh diri itu, namun dugaan kuat, mahasiswi Unnes itu mengakhiri hidupnya, karena tak kuat dengan tekanan mental yang dialami.
Hal itu diperkuat dengan secarik kertas di saku pakaian korban. Dalam pesan yang ditulis dalam bahasa Inggris, intinya korban mengaku tak sanggup dengan apa yang menjadi keinginan kedua orang tuanya.
Sementara itu, kasus bunuh diri yang dilakukan NJW, mahasiswi Unnes, warga Kalipancur, Ngaliyan, dengan cara melompat dari lantai atas Mall Paragon Semarang, menambah daftar kasus bunuh diri dengan cara melompat dari atas gedung perbelanjaan di kota Semarang. (sls/bas)
Editor : Baskoro Septiadi