RADARSEMARANG.ID, Semarang - Politeknik Bumi Akpelni terus memberikan fasilitas dan pelayanan terbaik. Salah satunya dengan membuat kolam renang yang digunakan untuk uji sertifikasi Basic Safety Training (BST) dan Survival Craft Rescue Boat (SCRB).
Direktur Politeknik Bumi Akpelni Capt Cahya Fajar Budi Hartanto mengatakan kolam renang bernama Tirta Prawita Sari ini nantinya akan digunakan untuk berlatih serta uji sertifikasi keterampilan dasar yakni BST dan SCRB untuk bisa memberikan pertolongan mendesak di atas kapal bagi taruna.
"Selama ini kami kalau sertifikasi di upt milik Kementerian Perhubungan terdekat, kalau di semarang di PIP Semarang. Memang kami berharap supaya bisa melayani lebih maksimal para taruna maka kita harapkan untuk bisa kita selenggarakan di sini," ungkapnya usai meresmikan kolam renang Tirta Prawita Sari.
Ia menambahkan kini para taruna bisa cepat mendaftar ujian. Karena bisa melaksanakan sertifikasi di kampusnya.
"Kalau di UPT Kementerian Perhubungan memang antre panjang. Semenrara anak-anak kalau mau daftar ujian itu hatus punya sertifikat itu, karena antre jadinya tertunda," akunya.
Kolam renang dengan luas 25 x 15 meter dengan kedalaman sampai 5 meter ini juga dilengkapi skoci. Hal ini sesuai dengan persyaratan dari pusat. Kata dia, taruna harus dilatih sedini mungkin untuk menghadapi keadaan darurat di atas kapal.
"Di dunia pelayaran yang paling penting dari sertifikasi itu adalah kesiapan para pelaut dalam menghadapi keadaan darurat. Nah salah satu sarana penolong dalam keadaan darurat ya skoci ini. Jadi para pelaut ini harus siap untuk mengoperasikan skoci setiap saat terutama dalam keadaan darurat, dan mereka di latih dalam bentuk sertifikasi ini, termasuk pengendalian skoci ini," ungkapnya.
Capt Cahya berharap sesuai dengan nama yang diambil, yakni Tirta Prawitasari. Para taruna terus giat belajar untuk meraih tujuan mereka.
Meski banyak hambatan ketika menempuh pendidikan. Yang terpenting kata dia adalah semangat dan pantang menyerah. (kap/web/bas)
Editor : Baskoro Septiadi