RADARSEMARAN.ID, Semarang – Menumbuhkan cinta terhadap batik sejak dini, ratusan siswa-siswi SD Pekunden Kota Semarang, diajak berkegiatan bertema batik. Mulai dari fashion show, mewarnai, hingga menggambar motif batik Semarangan.
Sejumlah karya siswa juga dipamerkan dan dilelang dalam expo batik. Pada karnaval dan fashion show, siswa mengenakan seragam sekolah yang dipadukan dengan kain batik.
Siswa yang dibantu orang tua dibebaskan memodifikasi batik, sehingga menjadi busana yang estentik tanpa harus memotong kain. Mereka kemudian diajak berjalan kaki berkeliling di lingkungan sekolah.
“Kegiatan tersebut sekaligus dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional yang dilaksanakan pada 2 Oktober 2023,” terang Kepala SD Pekunden, Abdul Khalik.
Menurutnya, batik adalah warisan budaya bangsa Indonesia yang perlu dilestarikan. Salah satunya menanamkan cinta batik sejak dini.
“Melihat orang tua memakai batik sudah biasa, tapi kalau melihat anak-anak mengenakan kain batik, itu luar biasa. Semoga batik Indonesia makin membumi dan mendunia,” tandasnya.
Sementara itu, sebanyak 55 pemuda dari Generasi Z sangat antusias mengikuti pelatihan membatik motif Semarang di Taman Indonesia Kaya, Minggu (1/10).
Para peserta diajarkan membatik di kain berukuran 50 x 50 centimeter yang telah dipola khas Semarangan, seperti Warak, Burung Blekok, Sayur Asem dan Bunga Sepatu. Mereka mencanting, mewarnai, melorot, hingga menjemur.
Salah satu peserta Alyssa Nur Syadiyah, 21, asal Kebumen, sangat antusias membatik motif warak.
"Seru ya, saya dapat info dari instagram, membatik ini untuk membantu rasa kangen untuk membatik, karena terakhir kali membatik pas SMA," ujar mahasiswi Undip.
Narasumber pelatihan batik, Siti Kholifah, menjelaskan motif khas Semarangan telah disepakati mengangkat ikon Semarang baik flora maupun fauna.
Kali ini yang kami angkat, kata dia, ada warak yang menjadi akulturasi dan memiliki filosofi yang sangat luhur. Selain itu, ada motif Burung Blekok, Sayur Asem, dan Bunga Sepatu yang banyak ditemui di Semarang.
"Kami berharap lebih mengenal dan mencintai lagi batik motif Semarangan," tambahnya. (fgr/fth)
Editor : Baskoro Septiadi