RADARSEMARANG.ID, Semarang–Inovasi dalam memimpin Kota Semarang terus digeber Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu.
Di antaranya prioritas pengendalian inflasi dan penurunan angka kematian ibu dan anak.
Keberhasilan inovasi unggulan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tersebut dipaparkan pada hari kedua event Innovative Government Award (IGA) 2023 di Situation Room, Balaikota Semarang kemarin.
“Dari sisi inflasi, Kota Semarang selalu di bawah rata-rata target nasional dan Provinsi Jateng,"katanya Jumat (29/9/2023)
"Kami tahu inflasi ini menjadi tolok ukur program-program tahun 2023-2024. Bahkan, prevalensi stunting menurut SSGI kita berada di angka 10,40,” lanjutnya.
Untuk inovasi non digital, lanjut dia, ada program Pak Rahman (Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman).
Kegiatan ini adalah intervensi terhadap ketersediaan bahan-bahan kebutuhan pokok masyarakat.
“Kami berkolaborasi agar Pak Rahman bisa memberikan support kebutuhan masyarakat di tengah perubahan iklim seperti El Nino yang tidak menentu,” lanjut Mbak Ita.
Inovasi unggulan lainnya adalah aplikasi Teman Bunda (sisTEm peMantauAN Kesehatan iBU daN Anak Kota Semarang).
Program ini merupakan aplikasi pemantauan kesehatan komprehensif dan terintegrasi sepanjang perjalanan dari kehamilan hingga kelahiran bayi.
Tujuannya mendekatkan akses layanan kesehatan sehingga mendukung Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Kota Semarang.
Baca Juga: Kasus Kematian Ibu dan Bayi di Kota Santri masih Tinggi
Ini adalah pengembangan program Sanpiisan (Sayangi Dampingi Ibu Anak Kota Semarang) lalu yang diintegrasikan lewat aplikasi Teman Bunda agar masyarakat lebih mudah diakses.
“Dari tingkat provinsi, nasional, dan saat ini sedang dalam proses kurasi penilaian untuk mewakili Indonesia dalam kompetisi International United Nations Public Service Awards UNPSA 2024 dan Guangzhou Urban Innovation tahun 2023,” jelas Mbak Ita.
IGA adalah kompetisi inovasi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Kompetisi ini untuk mendorong pemerintah daerah meningkatkan inovasi. Terutama dalam pelayanan masyarakat, menerapkan good governance, dan melibatkan masyarakat dalam proses inovasi.
“Tentunya bagi kami penghargaan, suatu reward, merupakan satu semangat. Tapi yang utama bagaimana kami bisa melayani masyarakat dan menjadikan masyarakat sejahtera dan Semarang semakin hebat,” pungkas Mbak Ita. (den/ida)
Editor : Agus AP