Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Taman-Taman Kota Semarang Riwayatmu Kini, Fasilitas Rusak dan Dijadikan Tempat Vandalisme

Adennyar Wicaksono • Minggu, 17 September 2023 | 18:12 WIB

Taman Selfie di Jalan Rejomulyo RW 2, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Semarang Timur mulai tidak terawat dan banyak fasilitas rusak.
Taman Selfie di Jalan Rejomulyo RW 2, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Semarang Timur mulai tidak terawat dan banyak fasilitas rusak.
RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pemkot Semarang secara bertahap sudah menata dan mempercantik taman-taman di Kota Semarang.

Sayang, setelah semua bagus ternyata banyak yang tidak terurus. Berbagai fasilitas mulai rusak dan banyak tanaman yang tidak terawat.

Salah satunya adalah Taman Selfie di Jalan Rejomulyo RW 2, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Semarang Timur. Fasilitas publik ini sempat digadang-gadang menjadi unggulan daerah tersebut. Tetapi sekarang sudah terawat.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, beberapa fasilitas umum rusak. Enam buah bangku cor-coran retak, huruf tetenger nama taman mulai copot, cat monumen binatang mengelupas, dan pot-pot tanaman rusak.

Berbagai tanaman mulai layu. Banyak sampah berserakan, semakin membuat kesan taman ini tidak terurus.

"Dulu bagus, sekarang sudah mulai kotor dan tak terawat. Bahkan banyak sampah berserakan dan belum ada yang membersihkan," aku Ucok, 18, salah satu warga Raden Patah.

Ia sengaja ke Taman Selfie untuk mengenang masa lalunya. Karena sebelumnya taman bagus, seperti lapangan sepak bola, belum ada berbagai miniatur seperti tugu muda, kura-kura, dan burung-burung.

Penjual angkringan, Novi, mengaku Taman Selfie direnovasi 2019 lalu. Sempat tertata dan kelihatan bagus tetapi sekarang mulai tak terawat. Bahkan taman tidak dibersihkan setiap hari. “Kadang dibersihkan pagi meskipun tidak setiap hari," katanya.

Ia mengaku usai direnovasi taman bagus. Ada banyak mainan, seperti perosotan, dan jungkat-jungkit. Perosotan dulu ada dua, sekarang sudah tidak ada. Sementara lampu taman banyak yang mati.

"Dulu sempat ada wifinya, ketika pandemi bisa diakses. Sekarang sudah tidak ada," imbuh salah satu warga lain, Riyanti.

Taman Citra Satwa, Jalan Unta Raya, Pandean Lamper, Gayamsari lebih terawat. Beberapa orang petugas membersihkan taman.

Beberapa anak sekolah melakukan aktivitas olahraga, dan beberapa warga berkunjung di taman tersebut. Meski begitu, Taman Citra Satwa juga perlu dilakukan pembenahan.

“Sudah banyak dinding sekeliling taman terdapat coretan vandalisme yang dengan kata-kata tak pantas,” tambah seorang warga sekitar.

Taman Gajahmungkur menjadi salah satu taman yang memiliki cukup banyak pengunjung setiap harinya. Pengunjung di taman ini dapat menikmati beberapa fasilitas yang tersedia.

Seperti wahana ayunan bagi anak-anak dan lapangan yang terletak dibawah taman yang bisa sebagai wahana anak-anak bermain bola atau bermain sepeda.

Namun beberapa fasilitas kurang terawat. Meskipun sudah ada petugas kebersihan setiap hari membersihkan. Seperti ayunan mulai karatan dan besinya sudah bengkok.

Tanaman mengering, papan mading yang kurang update dengan informasi, dan kamar mandi yang sering mengalami kendala.

Edy, penjual kuliner di kawasan Taman Gajahmungkur mengakui sebenarnya taman terawat. Tetapi kendala pada kamar mandi yang sering mampet membuat pengunjung  kerepotan.

”Fasilitas taman kurang terawat bisa dilihat dari kamar mandi yang kecil dan sering penuh. Sebenarnya banyak masyarakat datang tetapi ya jadi kurang nyaman,” aku Edy.

Pemkot Semarang Wacanakan Ganti Tanaman Tahan Kemarau

Banyaknya taman yang kurang terawat membuat Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu langsung bereaksi.

Mbak Ita bahkan sempat turun langsung melakukan sidak ke bundaran PRPP. Saat melihat sejumlah tanaman mati dan layu, ia pun meminta setiap dinas berkoordinasi merawat taman yang ada.

"Harus lebih perhatian, bisa saling berkolaborasi, jangan hanya membuat tapi tidak merawat," kata Mbak Ita.

Tanaman kering bahkan mati membuat estetika taman terkesan tak terurus. Mbak Ita sempat menyentil dinas terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Disperkim, dan DLH untuk berkoordinasi merawat taman seperti di bawah Fly Over Madukoro, bahkan di Taman Balai Kota Semarang.

Plt Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto mengaku akan melakukan pembenahan taman di median jalan yang kering maupun mati akibat cuaca panas musim kemarau.

Menurutnya ada beberapa taman yang menjadi wewenangnya dan ada pula yang menjadi kewenangan Disperkim.

"Memang ada beberapa yang rusak, seperti yang disidak Bu Wali di Madukoro, karena ada bagian yang selalu kepanasan dan ada yang tertutup fly over," katanya.

Penyebab banyak tanaman mati, adalah dampak dari kemarau panjang. Padahal dinas terkait tetap melakukan penyiraman taman agar tidak layu bahkan mati. "Penyiraman kita lakukan pagi dan sore dalam sehari," tuturnya.  

DPU juga akan melakukan klasifikasi serta kajian untuk mengganti tanaman yang kuat saat musim kemarau dan pastinya cocok ditanam di median jalan ataupun taman lainnya.

"Harus disesuaikan dengan tanaman yang ditanam, yang cocok di lokasi tersebut. Kami melakukan kajian dan melakukan pembenahan," ungkapnya.

Pembenahan akan dilakukan perubahan anggaran 2023 khusus untuk taman di Bundaran PRPP. 

Sementara, taman median Jalan Madukoro hanya dilakukan pembersihan karena saat itu telah dilakukan pembersihan.

Dia berharap, tanaman yang sempat kering bisa menjadi bersih dan kembali hijau seperti sedia kala.

"Jadi kita lakukan pembersihan secara maksimal, pemangkasan daun yang kering, yang di Madukoro bisa diatasi dengan itu," tambahnya.

Sekretaris Disperkim Kota Semarang, Murni Ediati meminta masyarakat turut menjaga taman yang sudah dibangun, misalnya dari kebersihan dan tidak merusak fasilitas taman. Ia menyebut Pemkot memiliki 143 taman yang terdiri dari taman pasif maupun aktif.

"Nanti kita juga ada pembangunan taman baru, jumlahnya delapan dibangun dari CSR," tambahnya. (fgr/mg20/mg21/den/fth)  

Editor : Baskoro Septiadi
#semarang #fasilitas umum #Taman #rusak