Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Wisata Malam di Kota Semarang, Makan di Kuliner Kauman, Belanja di Pasar Johar

Khafifah Arini Putri • Minggu, 3 September 2023 | 18:28 WIB

Model influencer memeragakan busana kebaya saat rebranding Kuliner Kauman Johar di Aloon-aloon Masjid Agung Semarang Jumat (1/9) malam.
Model influencer memeragakan busana kebaya saat rebranding Kuliner Kauman Johar di Aloon-aloon Masjid Agung Semarang Jumat (1/9) malam.
RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pemerintah Kota Semarang melakukan rebranding Kuliner Kauman Johar di Aloon-aloon Masjid Agung Semarang Jumat (1/9) malam. Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan parade kebaya yang diperagakan para influencer.

Pembukaan ini diawali dengan teatrikal drama yang menampilkan kehidupan masyarakat Kota Semarang.

Kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan punakawan yang menceritakan sejarah di Kota Semarang.

Mulai dari pusat kota yang dulu di Pasar Johar, lalu bangunan sejarah lain seperti Lawang Sewu, bahkan bercerita mengenai pertumbuhan Kota Semarang yang semakin hebat setelah diterjang pandemi.

Para peserta yang mengenakan atasan kebaya warna warni dan bawahan batik ini pun berlenggak lenggok di atas panggung.

Mereka menampilkan pakaian adat khas Jawa Tengah di hadapan Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), dan juga masyarakat.

“Alhamdulillah hari ini diresmikan rebranding Kuliner Kauman Johar yang  mungkin lalu sudah ada tapi belum serapi ini, secantik ini dan kami melakukan bersama-sama parade kebaya. Jadi ada kegiatan yang ada budayanya, dan Alhamdulillah terealisasi berjalan dan mulai launching,” kata Mbak Ita usai acara.

Mbak Ita mengaku, ke depan, pedagang UMKM di Kuliner Kauman akan berjualan di Jalan Ki Narto Sabdo. Mulai pukul 18.00 sampai 22.00 WIB.

Setelah itu mereka bisa merapikan kembali dagangannya sehingga pukul 24.00 jalan sudah dibuka kembali dan bisa dilalui kendaraan.

Menurutnya penataan ini menjadi bagian dari Semarang lama yang menjadikan Aloon-aloon Masjid Agung Semarang dan Pasar Johar sebagai pusat kota.

Diharapkan adanya penataan ini bisa membawa keuntungan bagi UMKM. Selain itu juga bisa mengembalikan fungsi alun-alun sebagai ruang terbuka publik.

“Tentunya adanya penataan yang lebih cantik dan alun-alunnya sudah menjadi fungsi kembali sehingga bisa menjadi pusat keramaian diharapkan meningkatkan perekonomian di Aloon-aloon Pasar Johar,” tambahnya.

Ia menambahkan, diadakannya Parade Kebaya bersamaan dengan rebranding ini sebagai upaya untuk nguri-uri budaya.

Lebih lanjut, pada kegiatan tersebut juga diresmikan lampu menara Masjid Agung Semarang (MAS) yang diharapkan mampu menarik wistawan untuk datang ke Kota Semarang.

Dipilihnya influencer untuk memperagakan kebaya, kata dia, karena digitalisasi teknologi. Di mana anak-anak muda lebih dekat dengan media sosial dan para influencer ini memang fokus membuat konten yang banyak mereka gemari.

“Kami ajak influencer memperkenalkan Pasar Johar, kulinernya, alun-alun, juga Masjid Agung Semarang,” akunya.

Selain itu juga sebagai pancingan untuk meramaikan Pasar Johar saat malam sebagai tempat mode fashion yang banyak dicari masyarakat maupun pedagang dari luar daerah. Sehingga tidak kalah dengan wilayah lain. Seperti Tanah Abang di Jakarta, Pasar Setono di Pekalongan, Beringharjo di Yogyakarta, serta Pasar Klewer di Solo.

“Saya ingin Pasar Johar hidup, di sana kan juga untuk fashion. Sehingga ini menjadi satu terintegrasi antara fashion, kuliner, dan heritage menjadi satu kesatuan.

Jadi kalau orang berkunjung ke Kota Lama, makannya bisa di sini (Kuliner Kauman), belanjanya bisa di Pasar Johar,” tandasnya. (kap/ton)

Editor : Baskoro Septiadi
#aloon-aloon #parade kebaya #PASAR JOHAR