Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Penulis Novel Dilan Pamerkan Enam Lukisan di Semarang Contemporary Art Gallery

Muhammad Iqbal Amar • Rabu, 23 Agustus 2023 | 16:30 WIB
Pengunjung menikmati lukisan dalam pameran
Pengunjung menikmati lukisan dalam pameran

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Tiga perupa menghelat pameran di Semarang Contemporary Art Gallery Jalan Taman Srigunting, Kota Semarang. Pameran yang dikuratori Heru Hikayat ini mengusung tajuk 'Sapuan Kuas dan Kelaliman Bentuk'.

Puluhan karya lukisan Klowor Waldiyono (Yogyakarta), Pidi Baiq (Bandung) dan Rudi Murdock (Semarang) akan dipajang hingga 10 Oktober 2023.

Heru Hikayat mengaku paham bahwa kata 'lalim' berkonotasi negatif yakni berupa kesewenangwenangan.

Namun demikian, ia tak bisa lepas dari kata itu. Terutama saat membayangkan beragam bentuk lukisan dan gambar dari tiga perupa tadi.

Menurut Heru, yang menonjol dari ketiganya adalah sapuan kuas dan garis. Ketiganya menonjolkan garis sebagai elemen utama dari bentuk.

Betul bahwa ada unsur warna, yang pada sebagian karyanya juga dominan. Tapi pada pandangan Heru, warna-warna ikut pada garis, mewujudkan bentuk.

“Kelaliman yang membuat kita dapat menikmatinya secara artistik pula dan walaupun kadang terkandung di dalamnya kecemasan dan ancaman, tapi selalu ada harapan di sana, “ tandasnya.

Bagi Heru, Klowor, Rudy, dan Pidi menonjolkan garis sebagai elemen utama dari bentuk. Ketiganya menggerakkan kuas dengan luwes, spontan, dan bersicepat.

Cara ketiganya menyapukan kuas pada bidang gambar sudah tidak terkekang pada suatu acuan bentuk realitanya.

Salah satu perupa Pidi Baiq dengan gaya humornya yang khas menyebut bahwa acara itu bukan sekadar pameran lukisan. Namun juga pameran silaturahmi antara kurator, perupa, dan seluruh penikmat seni.

Ada enam karya yang ditampilkan oleh penulis novel Dilan itu. Sebagai seorang penulis dan musisi, ia jarang sekali  melukis.

"Namun karena ajakan saya memberanikan diri menuangkan ide ke dalam bentuk lukisan. Saya dipaksa menulis yang biasanya lebih banyak beribadah dan sedekah," jelasnya.

Pemilik Semarang Contemporary Art Gallery Chris Dharmawan mengungkapkan pameran kali ini dipenuhi lebih dari 50 lukisan yang terpajang di lantai satu hingga dua.

Kendati demikian dari keseluruhan lukisan itu akan ditampilkan secara bergantian hingga pameran selesai. “Kalau dipajang semua mengurangi nilai estetika,” jelasnya. (mia/ton)

Editor : Baskoro Septiadi
#Lukisan #PAMERAN #Semarang Contemporary Art Gallery